Mengadu ke BPMD OKI, Nasib Sebanyak 49 Warga Desa Lingkis Belum Berujung

373 views
Musadat mewakili dari 49 orang didampingi wartawan Majalahfakta.id menemui Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) OKI.


Majalahfakta.id – Pupus sudah harapan 49 orang yang namanya dihapus dari daftar menerima. Bantuan Langsung Tunai (BLT) oleh Sopianto, Kepala Desa Lingkis, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan.

Musadat mewakili dari 49 orang tadi didampingi wartawan Majalahfakta.id menemui Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) OKI Kamis (16/6/2022) untuk mendapatkan keadilan. Karena menurut Musadat, kalau ia dan kawan kawan merasa dizolimi Kepala Desa Sopianto.

Nama mereka dihapus sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) seperti telah diberitakan majalahfakta.id edisi 15 Juni 2022. Selama ini mereka terima, kalau memang nama mereka harus dihapus dari daftar penerima BLT, kenapa harus diganti dengan nama orang baru.

Musadat meminta kepada Kepala BPMD dapat membantu dan mengembalikan nama tadi, mencarikan jalan keluar atau mediasi. Namun tidak disangka, jawaban kepala BPMD Ari Muwarman mengatakan tidak semua urusan dikembalikan kepadanya.

“Kan di sana ada Camat, dapat ditanyakan kepadanya, kalau semua saya yang harus menanganinya desa di Kabupaten OKI ini cukup banyak dan mencapai ratusan”.

Namun, sedikit dijelaskan wartawan majalafakta.id, sehubungan ini menyangkut Kepala Desa, dan yang berkompeten untuk memberikan jawaban Kepala BPMD. Karena Kepala Desa itu, langsung di bawah BPMD. “Justru mereka ini datang kemari untuk mendapatkan perlindungan dan keadilan serta jalan keluarnya,” beber wartawan majalahfakta.id.

Kemudian dijawab Kepala BPMD, “baik kalau begitu, nanti kami panggil Camat dan Kepala Desanya, untuk mengkroscek kebenarannya. Sebab masalah BLT ini menjadi kewenangan mereka. Nanti akan kami kabari secepat mungkin, untuk mengadakan mediasi, “ janji Kepala BPMD OKI.

Namun sudah satu pekan berjalan dan sampai berita ini dikirim ke redaksi, janji tinggal janji Kepala BPMD dinilai tidak pernah direalisasikannya. (ito/hai)