Ngawi, majalahfakta.id – Terkadang ada jejak sejarah yang belum diungkap atau diperhatikan, disyiarkan kepada publik meskipun dalam skala kecil, skala sedang, atau secara mendalam untuk digali jejak sejarahnya.
Seperti yang ada di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jogorogo ada fakta menarik sejarah untuk diungkapkan, yang konon sebagai bapak tilas dari kerajaan kuno ataupun bersamaan masa jaya dakwah Islam yang kaitannya penyebaran Islam yang ada di Jawa Timur, termasuk di Kabupaten Ngawi.
Bukti sejarahnya tampak berdiri masjid yang berdiri tahun 1901.
Disaat media ini di lokasi lingkungan sekitar hampir semua bangunan lama atau kuno dipertahankan, meskipun rumah-rumah penduduk telah berubah. Tampak pula kegiatan mengaji rutin oleh para santri juga ada, meskipun diluar belum banyak yang tahu jejak sejarahnya.
“Disini yang tak berubah kondisi masjid kuno dan arsiteknya, bangunan dinding seperti zaman kolonial yang sudah berada di bumi nusantara ini atau tampak terakhir pemerintahan kerajaan kuno,” ungkap Zaini, warga setempat.
Masjid kuno yang berada di posisi lereng Gunung Lawu, tepatnya Kecamatan Jogorogo, Desa Tanjungsari sangat tepat untuk dikembangkan wisata religi.
Kemudian keterangan dikuatkan oleh Rofik Takmir masjid yang mengelola masjid tersebut bersama warga sekitar. “Jejak sejarah sebagi bukti, dan bangunan kuno masih ada, hanya sedikit ada bangunan terkini karena renovasi seperti lantai, lainnya masih asli, memang belum banyak yang tahu kalau ada masjid kuno bersejarah,” jelas Rofik, takmir Masjid Jogorogo tersebut. (Rif)
