Menurut Imam, dari rapat daring dengan Dinas Pengolahan Bangunan dan Tanah Kota Surabaya, diketahui uang sewa yang dibayarkan penghuni tidak sebanding dengan biaya pemeliharaan dan operasional yang dikeluarkan pemkot.
Dari 103 tower rusun milik pemkot, dapat uang sewa Rp 3 milliar. Sedangkan biaya yang harus dikeluarkan Pemkot sebesar Rp 16 miliar per tahun. Setiap tower rusun berjumlah antara 90 sampai 100 unit.
Baca Juga : Tingginya Kasus Nakes Meninggal, Muhaimin Iskandar Minta Pemerintah Beri Perhatian Serius
Biaya yang dikeluarkan Pemkot kebanyakan menggaji 200 pegawai yang disebar di rusun diantaranya tenaga pengamanan, administrasi dan kebersihan.
Sementara uang sewa rusun sangat murah. Bervariasi mulai dari Rp 20 ribu hingga Rp 90 ribu.
Imam mengatakan sekarang saatnya Pemkot Surabaya menggratiskan uang sewa rusun. Sebab, saat ini ekonomi masyarakat sangat terpuruk akibat PPKM Darurat. “Anggap saja sebagai kado hari ulang tahun Kemerdekaan Indonesia,” ujar Imam anggota dewan sekaligus mantan jurnalis.
Imam yakin usulan ini bisa direalisasikan dinas terkait. Sebab, pada tahun 2020 pendapatan dinas ini jauh melebihi dari target. Sekitar 150 persen melebihi target pendapatannya.
“Saya yakin Pak Walikota Eri Cahyadi setuju. Beliau sangat concern membela kepentingan wong cilik,” pungkas Imam. (rud/ren)






