Semua  

BMKG Peringatkan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sumbar hingga 2 Oktober, 8 Daerah Masuk Status Siaga

Hujan Deras menguyur Sumbar. (Foto : SS)

Hujan berpotensi meluas dari pesisir hingga wilayah pegunungan. Warga diminta mewaspadai genangan, luapan sungai, dan dampak cuaca ekstrem.

Padang, majalahfakta.id — Warga Sumatera Barat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca buruk hingga Jumat, 2 Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat dapat melanda sejumlah kabupaten dan kota dalam tiga hari ke depan.

Peringatan tersebut tidak hanya menyasar kawasan pesisir. Potensi hujan juga diprakirakan meluas ke wilayah pegunungan dan daratan tengah Sumatera Barat. Sejumlah daerah bahkan masuk kategori Siaga karena berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat.

Dalam rilis prakiraan cuaca pada Rabu, 30 September 2026, BMKG menempatkan Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Padang, dan Pesisir Selatan sebagai wilayah yang perlu mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah rawan genangan, banjir, longsor, dan luapan sungai perlu memperhatikan perkembangan informasi cuaca selama periode tersebut.

Pada Rabu pagi, cuaca Sumatera Barat secara umum diprakirakan cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan berpotensi terjadi secara terbatas di wilayah Kepulauan Mentawai.

Situasi diprakirakan berubah pada siang hingga sore hari. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi meluas ke Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, dan Kabupaten Solok.

Pada malam hari, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah. BMKG memprakirakan hujan intensitas sedang hingga lebat dapat mengguyur Pasaman Barat, Agam, Tanah Datar, Padang Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh, dan Sijunjung.

Artinya, potensi hujan tidak hanya berlangsung dalam satu periode singkat, tetapi dapat berlanjut dari siang hingga malam di sejumlah wilayah.

Kamis, Wilayah Siaga Diperluas
Potensi cuaca buruk diprakirakan berlanjut pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pada siang hingga sore hari, hujan intensitas sedang hingga lebat kembali berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, dan Lima Puluh Kota.

Wilayah lain berpotensi mengalami hujan ringan.

Pada malam hari, potensi hujan diprakirakan meluas hingga Kabupaten Solok dan Solok Selatan. Sementara pada dini hari, Pasaman Barat masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

BMKG juga memperluas wilayah peringatan dini kategori Siaga pada Kamis. Daerah yang masuk kategori tersebut meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padang Pariaman, Kota Pariaman, Padang, dan Pesisir Selatan.

Adapun Tanah Datar, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan berada dalam kategori Waspada terhadap potensi cuaca yang dapat berdampak.

Jumat, Hujan Bergerak ke Wilayah Tengah
Potensi hujan masih membayangi Sumatera Barat pada Jumat, 2 Oktober.

Pada pagi hari, sebagian wilayah diprakirakan mengalami cuaca cerah berawan dengan potensi hujan ringan di sepanjang pesisir barat Sumatera Barat.

Namun, memasuki siang hari, potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan meluas ke kawasan pegunungan dan daratan tengah.

Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak antara lain Agam, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, hingga Dharmasraya. Potensi hujan tersebut diprakirakan dapat berlanjut hingga malam hari.

Pola ini menunjukkan potensi hujan selama tiga hari tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan. Pergerakan potensi hujan dapat mencakup kawasan pesisir, pegunungan, hingga wilayah tengah dan timur Sumatera Barat.

10 Daerah Diminta Waspadai Genangan dan Luapan Sungai
BMKG mengingatkan sejumlah wilayah untuk bersiap menghadapi potensi dampak hidrometeorologi, terutama genangan air dan luapan sungai.

Wilayah tersebut meliputi Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Agam, Bukittinggi, Padang, Pesisir Selatan, Lima Puluh Kota, Sawahlunto, dan Sijunjung.

Kewaspadaan menjadi penting terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitar aliran sungai, kawasan dengan sistem drainase terbatas, daerah cekungan, serta wilayah yang memiliki kerentanan terhadap banjir dan longsor.

Selain curah hujan, kondisi atmosfer juga menunjukkan tingkat kelembapan yang tinggi. Selama periode tiga hari tersebut, suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 18–32 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berkisar 70–98 persen.

Kondisi meteorologis tersebut menjadi bagian dari parameter yang digunakan dalam prakiraan cuaca BMKG.

Masyarakat di daerah yang masuk kategori Siaga maupun Waspada diminta mengikuti pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini. Terutama ketika hujan berlangsung dengan durasi panjang atau intensitas meningkat, kewaspadaan terhadap genangan, kenaikan debit sungai, dan potensi bencana hidrometeorologi perlu ditingkatkan.

Dengan potensi hujan yang masih berlangsung hingga 2 Oktober, informasi cuaca dapat berubah mengikuti perkembangan atmosfer. Karena itu, masyarakat disarankan terus memantau pembaruan resmi BMKG dan informasi kebencanaan dari pemerintah daerah. (SS)