Padang Pariaman Perkuat Strategi Pengendalian Penyakit, Lintas Sektor Digerakkan

Dinas Kesehatan, pemkab menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tahun 2026 di Hotel Grand Buana Lestari, 19–21 Agustus 2026. (foto: ss/majalahfakta.id)

FAKTA — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menghadapi berbagai tantangan kesehatan masyarakat. Melalui Dinas Kesehatan, pemkab menggelar Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Tahun 2026 di Hotel Grand Buana Lestari, 19–21 Agustus 2026.

Forum tersebut menjadi ruang evaluasi capaian program sekaligus merumuskan strategi baru untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di Kabupaten Padang Pariaman.

Rakor dibuka Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman Hendra Aswara. Kegiatan turut dihadiri jajaran kepala bidang Dinas Kesehatan, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Padang Pariaman, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta 90 peserta yang terdiri atas OPD terkait, kepala puskesmas se-Kabupaten Padang Pariaman, perwakilan 25 nagari, dan unsur lintas sektor lainnya.

Mewakili Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Efri Yeni mengatakan rakor menjadi momentum untuk mengevaluasi pelaksanaan program, mengidentifikasi capaian, sekaligus memetakan persoalan yang masih ditemukan di lapangan.

Menurut dia, pengendalian penyakit membutuhkan keterlibatan banyak pihak sehingga tidak dapat hanya mengandalkan sektor kesehatan.

“Melalui forum ini kita dapat menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta menyusun langkah-langkah strategis agar program pencegahan dan pengendalian penyakit dapat berjalan lebih optimal demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Efri.

Sekda Hendra Aswara menegaskan Pemkab Padang Pariaman berkomitmen mendukung berbagai program prioritas nasional di bidang kesehatan. Salah satunya melalui penguatan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis yang terus didorong agar menjangkau lebih banyak masyarakat.

Menurut Hendra, layanan kesehatan preventif harus dibuat semakin mudah diakses masyarakat. Karena itu, pelaksanaan cek kesehatan gratis terus diintegrasikan dengan berbagai kegiatan pemerintah daerah, termasuk Car Free Day (CFD), Barefoot Running, dan kegiatan pelayanan publik lainnya.

Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kondisi kesehatannya sekaligus mendorong deteksi dini terhadap berbagai faktor risiko penyakit.

Selain penguatan layanan preventif, Hendra menekankan pentingnya percepatan penurunan angka stunting. Upaya tersebut, kata dia, harus dilakukan secara konsisten karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia Padang Pariaman di masa mendatang.

“Kami memahami masih banyak tantangan yang dihadapi di lapangan. Karena itu kami berharap seluruh sektor dapat terus memperkuat kerja sama, saling mendukung, dan berkolaborasi dalam upaya pencegahan serta pengendalian penyakit demi mewujudkan masyarakat Padang Pariaman yang lebih sehat,” kata Hendra.

Pelibatan kepala puskesmas, pemerintah nagari, OPD, dan unsur lintas sektor dalam rakor tersebut menunjukkan bahwa strategi kesehatan daerah diarahkan tidak hanya pada pelayanan kuratif, tetapi juga penguatan pencegahan berbasis masyarakat.

Pemerintah daerah berharap koordinasi yang terbangun melalui forum tersebut dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan, termasuk dalam deteksi dini penyakit, peningkatan perilaku hidup sehat, penguatan pelayanan kesehatan primer, serta penanganan persoalan kesehatan yang membutuhkan intervensi lintas sektor.

Sinergi antara pemerintah daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah nagari, dan pemangku kepentingan lainnya dinilai menjadi kunci agar program P2P dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Dengan penguatan koordinasi tersebut, Pemkab Padang Pariaman menargetkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak berhenti pada evaluasi program, tetapi menghasilkan kebijakan dan aksi nyata yang berdampak langsung terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat. (SS)