Padang Pariaman Gencar Pulihkan Lahan Pertanian, Bupati Targetkan Penyelesaian Program Hanya Dua Minggu

Plh Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, didampingi Kadis Kominfo Zahirman, Sekrtaris Dinas Pertanian Irawati Febriani, dalam siaran persnya, Kamis (16/4/2026). (foto: Syafrial Suger/majalahfakta.id)

FAKTA – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman melancarkan percepatan pemulihan lahan pertanian terdampak bencana hidrometeorologi melalui program Optimasi Lahan (Oplah) dan Rehabilitasi Sawah.  Dukungan penuh dari Kementerian Pertanian RI menjadi angin segar bagi petani setempat.

Plh Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Hendra Aswara, dalam siaran persnya menyampaikan bahwa Bupati John Kenedy Azis (JKA) menargetkan penyelesaian program ini lebih cepat dari rencana semula. 

“Dari target satu bulan, kami percepat menjadi dua minggu. Komitmen penuh Bupati adalah memastikan bantuan sampai ke tangan petani dan memberikan manfaat maksimal,” ujar Hendra, Kamis saat siaran pers dengan media (16/4/2026) di ruang rapat Sekdakab.

Dalam kegiatan Optimasi Lahan, sebut Hendra, pemerintah menyiapkan anggaran Rp2,45 miliar untuk 446 hektare. Setiap hektare dialokasikan Rp5,5 juta untuk perbaikan lahan, irigasi, dan pengolahan. Hingga 15 April 2026, progres konstruksi telah mencapai 70 persen atau 324 hektare, dengan realisasi anggaran Rp1,64 miliar.

Sementara itu, program Rehabilitasi Sawah untuk kategori rusak sedang juga terus berjalan. 

Selain itu, Revisi DIPA pada 19 Februari 2026 menambah alokasi seluas 198 hektare dengan total anggaran Rp2,85 miliar. Dana tahap awal telah disalurkan sejak 8 April 2026 ke rekening 17 kelompok tani, dengan total realisasi Rp1,98 miliar. Kontrak pengawasan lapangan dimulai 15 April 2026 untuk memastikan kualitas pelaksanaan.

Kegiatan ini menggunakan dana APBN melalui skema Tugas Pembantuan, disalurkan langsung ke rekening kelompok tani. Pelaksanaan dilakukan secara swakelola, sehingga lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

“Kami akan terus mengawal percepatan program ini agar seluruh lahan terdampak kembali produktif sesuai target,” tegas Hendra. 

Langkah terpadu antara pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan mempercepat pemulihan produksi pangan, memperkuat ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan petani Padang Pariaman. (ss)