FAKTA — Upaya percepatan investasi dan pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat diperkuat melalui rapat koordinasi antara pemerintah daerah dan Badan Pengelola (BP) BUMN di Kantor BP BUMN, Jakarta, Rabu. Pertemuan tersebut dipimpin Dony Oskaria dan dihadiri Gubernur Sumatera Barat serta para bupati dan wali kota se-Sumbar, termasuk Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis.
Dony menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat sangat bergantung pada tingkat investasi yang masuk. Namun, ia menilai realisasi investasi saat ini belum optimal menyasar sektor-sektor produktif.
“Percepatan investasi diperlukan agar Sumbar tidak tertinggal dalam pertumbuhan ekonomi regional. Saat ini, investasi itu belum optimal masuk ke sektor-sektor produktif,” ujar Dony.
Ia menekankan pentingnya mendorong investasi padat karya yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah daerah diminta lebih proaktif menciptakan iklim investasi yang kondusif, antara lain melalui hilirisasi, pembukaan akses infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi.
“Keseriusan terhadap hilirisasi, pembukaan akses infrastruktur, serta kepastian ekosistem investasi menjadi kunci. Jika tidak dilakukan, pertumbuhan ekonomi Sumbar berpotensi stagnan,” kata Dony.
Sejumlah sektor dinilai memiliki potensi besar untuk ditawarkan kepada investor, di antaranya hilirisasi kelapa, akuisisi pabrik kelapa, pengembangan kawasan kuliner tematik, sektor pariwisata, hingga dukungan terhadap proyek infrastruktur strategis.
Sementara itu, Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Ia berharap adanya dukungan dari BP BUMN dan Danantara dalam mempercepat realisasi program strategis serta pembangunan infrastruktur di daerahnya.
Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman telah memetakan potensi dan menetapkan prioritas pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik yang tengah berjalan maupun dalam tahap perencanaan.
“Kami meyakini, apabila seluruh rencana strategis ini dapat dituntaskan, investasi akan meningkat dan pertumbuhan ekonomi Padang Pariaman akan semakin positif,” ujar John Kenedy Azis.
Ia menambahkan, sinergi antara Danantara, BUMN, serta pemerintah daerah di tingkat kabupaten, kota, dan provinsi perlu terus diperkuat guna menjawab tantangan pembangunan secara berkelanjutan, khususnya di Padang Pariaman dan Sumatera Barat secara umum. (ss)






