Daerah  

Proyek Videotron di Kab. Majene Terancam Mangkrak

Majalahfakta.id – Proyek videotron yang ada di perbatasan Kabupaten Majene dengan Kabupaten Polewali Mandar (Polman), terbengkalai dan hingga terancam menjadi proyek mangkrak.

Proyek tersebut adalah program 100 hari bupati bersama wakilnya, telah mendapat kritikan pedas dari anggota parlemen Kabupaten Majene dan salah satunya dari Hasriadi, politisi partai PAN yang juga selaku Ketua Komisi II mengatakan, keberadaan videotron milik Pemda Majene belum bisa memberikan asas manfaat bagi daerah majene yang menjadi salah satu program bupati bersama wakilnya dengan slogan Majene terang,” ucapnya.

Lanjut ia katakan videotron tersebut dibangun dengan kesepakatan antara pihak swasta dengan Pemda Majene, dengan fungsi videotron ini menayangkan beberapa iklan termasuk program pemerintah daerah Majene. Dan hingga dianggarkan tiap dinas dengan harapan Seratus hari kerja bupati.

“Coba di perhatikan Videotron itu yang merupakan program Seratus hari kerja Bupati namun barang tersebut terbengkalai. Dan sekarang bukan lagi dinytatakan Seratus tinggal ditambah Satu nolnya menjadi seribu hari dan juga belum ada tanda – tanda kehidupan fungsi dari videotron tersebut.

Lebih kanjut Hasriadi pertanyakan keberadaan rekanan yang sampai saat ini belum diketahui keberadaannya dan ada dimana rimbanya,” ucapnya.

Menurutnya videotron yang melekat pada Dinas Kominfo dikabarkan pada tahun ini Pemda Majene akan menganggarkan kembali di tiap dinas, namun kejelasannya belum diketahui apakah anggarannya sudah keluar atau belum.

“Saya katakan dianggarkan di tiap dinas karena semua program dinas – dinas bisa terpublish lewat videotron ini. Namun yang terjadi sekarang, tidak tahu apa masalahnya, padahal awalnya kita yakin itu bagus namun sekarang tidak memberikan manfaat apa – apa ke daerah, alat publikasi videotron di ujung selatan Kabupaten Majene, sampai saat ini dinilai belum bisa memberikan kontribusi ke daerah dan hingga dianggap proyek gagal,” ungkap Hasriadi

Diketahui proyek pengadaan videotron itu adalah merupakan program 10 hari bupati bersama wakilnya dengan jargon Majene terang. proyek tersebut APBD tahun 2021, dan dana kegiatannya masih ditalangi oleh rekanan hingga tahun 2022 ini pekerjaan proyek masih jalan ditempat dan terancam mangkrat.

Selanjutnya Kadis Kominfo Kabupaten Majene, Ahmad Rafli Nur mengatakan, proyek videotron itu belum milik Pemda Kabupaten Majene dan masih milik sepenuhnya PT Ilu Group dan awalnya proyek pengadaan videotron itu hanya diikat dengan MoU PT. Ilu Group dengan Pemda Majene, namun masih milik sepenuhnya PT. Ilu Group.Tapi karna ada masalah setelah ada rekomendasi dari BPK maka rencananya akan di rubah MoU Nya dan persoalan videotron itu kemungkinan besar akan diambil alih oleh Perusahaan daerah ( Perusda ) Kab. Majene. Namun masih perhitungan biaya yang akan digunakan,” tutup Ahmad Rafli Nur. (amk)