Tinjau Lokasi Bencana Februari, Bupati Bondowoso Pastikan Penanganan Terintegrasi dan Cepat

FAKTA – Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, melakukan kunjungan kerja untuk meninjau progres penanganan pascabencana yang terjadi pada bulan Februari lalu di Desa Wonoboyo, Kecamatan Klabang, Senin (13/4/2026).

Dalam kunjungannya, Bupati didampingi langsung oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BSBK), Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Kepala Desa Wonoboyo, H. Bay.

Penanganan Cepat dan Bantuan RTLH

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Abdul Hamid Wahid memaparkan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai langkah penanganan, mulai dari tahap darurat hingga pemulihan permanen.

“Kita sudah lakukan penanganan sementara berupa pembangunan beronjong (tanggul penahan tanah) bagi rumah yang terdampak. Selain itu, bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga sudah kita salurkan,” ujar Bupati.

Dijelaskannya, total terdapat ratusan rumah warga yang terdampak bencana di wilayah tersebut. Penanganan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bondowoso.

Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam membangun sistem kebencanaan yang terintegrasi agar respon terhadap bencana menjadi lebih cepat dan tepat sasaran.

BSBK Fokus Infrastruktur Sementara

Sementara itu, Kepala Dinas BSBK, Ansori, memaparkan detail teknis penanganan yang menjadi kewenangan dinasnya. Menurutnya, penanganan infrastruktur dilakukan terlebih dahulu demi keamanan dan keselamatan warga.

“Kewenangan ada yang di BSBK, seperti pembuatan beronjong. Kita lakukan dulu agar tanah tidak longsor dan tidak membahayakan warga yang tinggal di sekitarnya,” jelas Ansori.

Selain itu, penanganan juga mencakup perbaikan jembatan yang putus atau rusak akibat bencana. Hingga saat ini, tercatat ada 7 titik lokasi yang mendapatkan penanganan beronjong, dan salah satunya berada di Desa Wonoboyo ini.

Gotong Royong Warga Apresiasi Langkah Pemerintah

Kepala Desa Wonoboyo, H. Bay, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas respon cepat pemerintah daerah. Menurutnya, penanganan bencana di desanya diawali dengan semangat gotong royong dan swadaya masyarakat, kemudian didukung penuh oleh pemerintah.

“Kita awali dengan bergotong royong bersama warga dengan swadaya. Berikutnya datang bantuan RTLH dari Dinas Perkim, serta pembangunan beronjong dan jembatan dari BSBK,” tuturnya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bupati dan tim yang sigap segera menindaklanjuti kebutuhan warga di sini,” tambahnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, dinas teknis, dan masyarakat, diharapkan pemulihan pascabencana dapat berjalan lancar dan kondisi wilayah kembali normal. (Gafur)