Teror Dini Hari Guncang Lumajang, Rumah Ketua BPD Dilempar Diduga Bondet, Dua Kali Ledakan Pecah Keheningan

FAKTA – Warga Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang yang digegerkan oleh peristiwa teror yang terjadi di tengah malam buta, Minggu 29 Maret 2026 sekitar pukul 01.45 WIB, kemarin.

Sebuah rumah milik Ketua BPD berinisial Agung Jody (55) diduga menjadi sasaran pelemparan benda berbahaya yang kuat dugaan merupakan “bondet”, hingga memicu ledakan dan merusak bagian atap rumah.

Peristiwa ini sontak membuat suasana yang semula sunyi berubah mencekam. Ledakan yang terdengar hingga dua kali, dengan rentetan kecil disusul dentuman lebih besar, membangunkan korban dari tidurnya.

Kasubag Humas Polres Lumajang, IPDA Suprato, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan keterangan resmi mewakili Kapolres kepada wartawan.

“Benar telah terjadi peristiwa tersebut pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.45 WIB, di rumah saudara Agung, Ketua BPD Desa Bago, Kecamatan Pasirian,” ujar IPDA Suprato kepada media ini, Senin (30/3/2026).

Ledakan di atas genteng, batu berserakan di plafon. Jadi berdasarkan kronologis yang dihimpun, korban yang tengah terlelap tiba-tiba dikejutkan oleh suara ledakan yang berasal dari atas genteng rumahnya. Setelah memastikan kondisi, ditemukan tiga genteng rumah dalam keadaan pecah akibat ledakan tersebut.

Tidak hanya itu, saat dilakukan pengecekan lebih lanjut pada bagian plafon tepat di bawah genteng yang rusak, ditemukan empat pecahan batu berukuran sebesar ibu jari orang dewasa. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa benda yang dilempar memiliki unsur keras dan berpotensi membahayakan.

Seorang saksi yang berada tidak jauh dari lokasi juga mengaku sempat melihat kilatan cahaya ke arah rumah korban sesaat sebelum ledakan terjadi.

“Dari kejauhan ada saksi yang melihat cahaya ke arah rumah korban saat terdengar ledakan,” tambah Suprato.

Tidak ada korban, tapi terornya nyata. Beruntung, dalam insiden ini tidak terdapat korban jiwa maupun luka. Namun, kerusakan material berupa tiga genteng pecah menjadi bukti nyata adanya aksi teror yang tidak bisa dianggap sepele.

Meski secara fisik kerugian terbilang minim, dampak psikologis terhadap korban dan warga sekitar dinilai cukup besar. Aksi pelemparan benda diduga bondet ini menimbulkan keresahan dan kekhawatiran akan keamanan lingkungan, terlebih terjadi pada jam rawan saat warga sedang terlelap.

Polisi selidiki pelaku, motif masih misterius. Hingga saat ini, pihak kepolisian dari Polres Lumajang masih melakukan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku di balik aksi tersebut. Motif penyerangan juga belum dapat dipastikan, apakah berkaitan dengan persoalan pribadi, jabatan korban sebagai Ketua BPD, atau bentuk teror lainnya.

Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan, serta segera melapor jika mengetahui informasi mencurigakan yang berkaitan dengan kejadian ini.

Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa potensi gangguan keamanan masih bisa terjadi kapan saja, bahkan menyasar tokoh masyarakat. Warga pun berharap aparat segera mengungkap pelaku agar rasa aman kembali pulih di tengah masyarakat Lumajang. (Fuad Afdlol)