Seorang Dokter Meninggal Pasca Terpapar Covid-19 di Teluk Wondama, Papua Barat

Mendiang bisa membuka mata, mengangkat tangan dan mengerti apa yang ditanyakan kepadanya. Bahkan bisa mengecek handpone sendiri.  “Tapi esok paginya kondisi mendiang menurun drastis dan akhirnya meninggal di RS di Biak pada Kamis (15/7/2021). Anaknya selamat dan mudah-mudahan selamat karena itu pengikat mereka berdua kan,” lanjut Juru Bicara Satgas Covid19 Wondama.

Kepergian mendiang membuat petugas medis di RSUD Teluk Wondama juga masyarakat merasa kehilangan .  Sosoknya dikenal periang dan murah hati.

Baca Juga : Bupati Gowa Adnan Copot Jabatan Oknum Satpol PP Pelaku Pemukulan

“Almarhumah juga dikenal sebagai pribadi jujur, periang dan apa adanya. Kalau sedih ya sedih, nggak setuju ya nggak setuju tapi tetap menjaga perasaan orang lain, “ ujar dr Yoce menceritakan sosok mendiang.

Dalam bertugas, sosok mendiang dikenal petugas aktif, disiplin dan berkinerja baik. Sebagai dokter muda, juga mendapat kepercayaan menjadi petugas jaga di UGD.  Mendiang juga dipercaya mengemban jabatan sebagai Sekretaris Komite Medik di RSUD Teluk Wondama. Juga aktif dalam kegiatan-kegiatan nonklinis dalam rangka peningkatan mutu layanan RSUD Teluk Wondama.

“Karena kekurangan tenaga dokter, mendiang diminta bertugas di RSUD. Apalagi mendiang sudah dianggap mumpuni untuk peningkatan mutu layanan di rumah sakit lewat program akreditasi dan juga sudah beberapa kali mendapat pelatihan, “ pungkas dr Yoce. (rud/ren)