Sekda Tapsel Minta DWP Kedepankan Pendidikan Anak PNS

“Kemudian, tumbuhkan ekonomi keluarga menjadi ekonomi yang betul-betul bisa menopang perencanaan keluarga. Bantu suami masing-masing dengan penuh keikhlasan dan kesyukuran sehingga pengabdian terbaiknya akan muncul dan etos kerjanya makin cerah serta idealismenya semakin tinggi,” tegasnya.

Sebelumnya, Sekda mengucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan itu. Kiranya, pengukuhan itu tak hanya sekedar bersifat seremonial. Namun, lebih jauh harapannya adalah DWP Tapsel bisa jadi wadah yang betul-betul dapat melaksanakan hymne dan mars Dharma Wanita. Sekda sempat berkisah bahwa, Dharma Wanita dibentuk pada tahun 1974 atas dasar pemikiran Ibu Tien Soeharto.

Baca Juga : Beri Bantuan Rp 2 Triliun, Keluarga Besar Alm Akidi Tio Bantu Penanggulangan Covid-19

Pembentukan DWP dianggap penting karena wanita merupakan tiang negara, jantung keluarga, dan lambang keteduhan, kesejukan serta keindahan sehingga dengan peran maupun partisipasi wanita mampu mendorong pembangunan di NKRI. Pada tahun 1999 dikepemimpinan Presiden RI Abdurrahman Wahid (Gusdur), Dharma Wanita berubah nama jadi DWP karena saat itu kabinetnya bernama “Persatuan Nasional”.

Sementara Penasehat DWP Kabupaten Tapsel, Ny Rosalina Dolly Pasaribu, mengatakan, Dharma Wanita adalah wadah persatuan istri PNS yang harus mendukung tugas suami untuk lebih baik kinerjanya. Prestasi, kinerja, dan produktivitas suami sebagai PNS sangat dipengaruhi kondisi rumah tangga.