FAKTA – Ribuan pasang mata memadati gelanggang Pacuan Kuda Duku Banyak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (28/3/2026). Meskipun hujan dengan intensitas ringan mengguyur lokasi, semangat masyarakat untuk menyaksikan acara tahunan yang sudah menjadi tradisi ini tetap tak terbendung.
Gelaran Pacu Kuda Padang Pariaman 2026 berlangsung meriah selama dua hari, dari Sabtu hingga Minggu (28-29 Maret 2026), menghadirkan keindahan kuda-kuda lokal yang memukau.
Antusiasme Warga Tetap Tinggi di Tengah Hujan
Acara dimulai tepat pukul 09.00 WIB setelah kedatangan sejumlah pejabat penting, seperti Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, dan Wakil Bupati, Rahmat Hidayat.
Selain itu, hadir pula Wakil Wali Kota Pariaman Mulyadi beserta unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar dan Padang Pariaman.
Kehadiran para tamu undangan disambut dengan tarian pasambahan dan tambua tansa, menambah semarak suasana yang sudah terasa magis sejak pagi. Pembukaan resmi acara diwarnai dengan penampilan seremonial dua kuda lokal asal Padang Pariaman, yang disambut sorak sorai meriah dari para pengunjung.
Pacu Kuda, Magnet Bagi Warga Lokal dan Luar Daerah
Selain masyarakat lokal, banyak pengunjung dari luar daerah yang rela menempuh jarak jauh demi menyaksikan perlombaan ini.
Herman (39), warga Padang Pariaman yang merantau di Muaro Bungo, Provinsi Jambi, mengaku sudah datang sejak pukul 08.00 WIB bersama keluarga dan teman-temannya.
“Saya memang hobi melihat kuda, jadi saya dan keluarga memutuskan datang lebih awal. Kami akan mengikuti acara ini sampai hari kedua,” ujarnya dengan semangat.
Herman tidak sendiri, Amirudin (53), warga Kabupaten Pasaman, juga datang bersama keluarganya untuk kembali menikmati kemeriahan acara ini, yang sudah menjadi bagian dari tradisi keluarga mereka.
Dampak Positif bagi Perekonomian LokalTak hanya menarik perhatian pengunjung, acara ini juga memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat sekitar.
Dahniar, seorang pedagang kuliner di sekitar lokasi pacuan, mengungkapkan kebahagiaannya dengan lonjakan omzet yang sangat signifikan.
“Alhamdulillah, omzet dagangan saya meningkat tajam. Jika hari biasa hanya sekitar Rp 100.000-150.000, di acara seperti ini bisa tembus hingga Rp 1.500.000 sampai Rp3.000.000,” ujar Dahniar, yang mengaku bersyukur dengan keramaian yang datang beriringan dengan acara tersebut.
Kehebohan Tak Hanya di Arena Pacu Kuda
Tak hanya perlombaan pacu kuda yang menjadi daya tarik, acara ini juga menyuguhkan berbagai hiburan bagi pengunjung.
Di antaranya penampilan artis Minang, Fauzana, yang berhasil menghibur ribuan orang yang hadir. Tak ketinggalan, aktor nasional Jefri Nichol turut meramaikan suasana dengan kehadirannya.
Kemeriahan Pacu Kuda Padang Pariaman 2026 menjadi bukti bahwa tradisi lokal yang dipadukan dengan hiburan modern mampu menarik perhatian banyak pihak. Sebuah perayaan budaya yang tak hanya meriah dalam aspek perlombaan, tetapi juga dalam aspek sosial dan ekonomi yang mendalam. (ss)






