Kepala Dishub Provinsi Jatim : Transjatim Jadi Instrumen Strategis Dongkrak Ekonomi dan Konektivitas

TransJatim, menurut Kepala Dishub Provinsi Jatim, memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat kawasan aglomerasi, serta mendorong daya saing ekonomi daerah. (Foto : Dishub Prov Jatim/majalahfakta.id)

FAKTA – Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur menggelar Forum Group Discussion (FGD) sebagai tindak lanjut laporan akhir Kajian Multiplier Effect dan Kajian Kelembagaan layanan angkutan massal TransJatim. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Dishub Provinsi Jatim, Dr. Ir. Nyono.

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa layanan TransJatim tidak sekadar berfungsi sebagai transportasi publik, melainkan telah berkembang menjadi instrumen kebijakan strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Kepala Dishub Provinsi Jatim menyampaikan bahwa TransJatim memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperkuat kawasan aglomerasi, serta mendorong daya saing ekonomi daerah.

“TransJatim bukan hanya memindahkan orang dari satu titik ke titik lain, tetapi juga menggerakkan ekonomi dan memperkuat integrasi kawasan,” ujarnya dalam pembukaan FGD.

Berdasarkan hasil kajian, operasional TransJatim memberikan dampak berlapis (multiplier effect). Di antaranya mendorong pertumbuhan aktivitas ekonomi di sepanjang koridor layanan, meningkatkan aksesibilitas tenaga kerja menuju kawasan industri dan pusat perdagangan, serta menekan beban biaya transportasi masyarakat.

Selain itu, keberadaan koridor TransJatim juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di sekitar titik pemberhentian layanan. Aktivitas ekonomi mikro seperti kuliner, ritel kecil, hingga jasa penunjang transportasi tercatat mengalami peningkatan sejak layanan beroperasi.

Dari sisi lingkungan dan tata kelola transportasi, TransJatim turut berkontribusi dalam pengurangan kemacetan dan emisi kendaraan bermotor. Peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke angkutan massal dinilai menjadi salah satu indikator positif efektivitas kebijakan transportasi berkelanjutan di Jawa Timur.

Melalui FGD ini, Dishub Provinsi Jatim juga membahas penguatan aspek kelembagaan guna memastikan keberlanjutan dan optimalisasi layanan TransJatim ke depan. Evaluasi mencakup tata kelola operasional, pembiayaan, integrasi antarmoda, hingga perluasan jaringan layanan.

Dishub Provinsi Jatim menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengembangan berbasis kajian dan data, sehingga TransJatim dapat semakin adaptif terhadap kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.