FAKTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan sebagai Perangkat Daerah Terinovatif dalam Innovative Government Awards (IGA) 2026. Penghargaan tersebut menjadi kado bagi Dishub Jatim dalam momentum peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur.
Penghargaan itu diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kepada Kepala Dishub Jatim Nyono di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, beberapa waktu lalu. Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Dishub Jatim untuk memperkuat inovasi di sektor transportasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Predikat perangkat daerah terinovatif ini hadir di tengah kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi yang semakin mudah diakses, terjangkau, aman, dan nyaman. Bagi Dishub Jatim, tantangan selanjutnya bukan hanya mempertahankan capaian, melainkan memastikan berbagai inovasi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satu layanan yang menjadi bagian dari pengembangan transportasi di Jawa Timur adalah bus Trans Jatim. Layanan angkutan massal ini dikembangkan sebagai alternatif perjalanan masyarakat sekaligus untuk memperkuat konektivitas antarkawasan.
Pengembangan transportasi publik tersebut memiliki peran strategis dalam menunjang mobilitas warga, baik untuk bekerja, bersekolah, mengakses pusat perdagangan maupun menjalankan aktivitas ekonomi lainnya.
Trans Jatim dan Perluasan Layanan Transportasi
Pengembangan Trans Jatim tidak hanya berkaitan dengan penyediaan armada dan perluasan rute. Keterhubungan dengan moda transportasi lain, termasuk angkutan pengumpan atau feeder, juga menjadi aspek penting agar perjalanan masyarakat lebih praktis dan tidak terputus saat berpindah moda.
Dishub Jatim juga menyiapkan pengembangan layanan Trans Jatim Koridor II Malang Raya yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026. Perluasan jaringan tersebut diharapkan dapat menambah pilihan transportasi publik bagi masyarakat di kawasan Malang Raya.
Selain mengangkut penumpang, Dishub Jatim turut mengembangkan Trans Jatim Ekspedisi atau Tradisi, yakni layanan pengiriman barang yang diharapkan mendukung distribusi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pengembangan layanan tersebut memperlihatkan peluang pemanfaatan sektor transportasi yang lebih luas, tidak hanya untuk mendukung mobilitas penduduk, tetapi juga membantu pergerakan barang dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Meski demikian, keberhasilan inovasi transportasi tetap perlu dilihat dari manfaat yang dirasakan pengguna, seperti kemudahan akses, keterjangkauan biaya, ketepatan layanan, keselamatan perjalanan, serta kesesuaian rute dengan kebutuhan masyarakat.
Penghargaan Jadi Pemacu Peningkatan Pelayanan
Kepala Dishub Jatim Nyono menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas upaya pengembangan inovasi di lingkungan perangkat daerah sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan transportasi.
“Penghargaan ini menjadi kado bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur,” kata Nyono.
Menurutnya, pengembangan transportasi harus terus diarahkan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, memperkuat konektivitas antardaerah, serta mendukung aktivitas ekonomi.
Momentum Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur yang mengusung tema “Jatim Unggul, Maju Berkelanjutan” juga menjadi pengingat pentingnya menghadirkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bagi Dishub Jatim, predikat Perangkat Daerah Terinovatif 2026 menjadi modal sekaligus tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan inovasi. Pelayanan transportasi yang berkualitas membutuhkan pembenahan secara konsisten, koordinasi lintas sektor, serta evaluasi berdasarkan kebutuhan pengguna.
Pada akhirnya, keberhasilan inovasi tidak cukup diukur dari penghargaan yang diterima. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana masyarakat memperoleh layanan transportasi yang semakin mudah, aman, nyaman, terjangkau, dan mampu menunjang kegiatan sehari-hari. (nyo)






