Dinilai Alami Defisit, FKLO Desak Plt Bupati Muba Tunda Lelang Proyek

276 views
Forum Komunikasi Lintas Organisasi (FKLO) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan, meminta kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muba, Beni Hernadi menunda lelang proyek.


Majalahfakta.id – Dianggap masih mengalami defisit Rp 400 miliar, Forum Komunikasi Lintas Organisasi (FKLO) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan, meminta kepada Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muba, Beni Hernadi menunda lelang proyek. Sesuai dengan surat Plt Bupati Muba nomor. B-900/247/TAPD/2022, tertanggal 30 Maret 2022 perihal penyesuaian Rencana Kerja Anggaran SKPD Tahun 2022.

Menurut Andip Apriansyah. SH, FKLO ia motori juga sekaligus dikenal sebagai Ketua LSM Gempita untuk wilayah Muba. Andip mengatakan kepada majalahfakta.id, dalam kondisi Kabupaten Muba seperti ini yakni mengalami defisit anggaran di setiap OPD dipangkas 30 persen. Sedangkan pemerintah melakukan efisiensi anggaran.

“Untuk itu kami merasa terpanggil dengan kondisi Kabupaten Muba saat ini. Dan kami pantau dalam LPSE, Kabupaten Muba masih banyak beberapa paket perkerjaan yang ditayangkan, diantaranya, pada Sektariat Daerah dan dinas lainnya. Rehabilitasi lanjutan gedung dan interior rumah Dinas WKDH dengan nilai HPS Rp 1.132.024.728.44. Rehabilitasi mess karyawan dan garasi rumah dinas Sekda dengan nilal HPS Rp1.100.564.545.08,” ujarnya.

Selanjutnya, pengadaan tas peserta pelatihan Rp 191.700.000, belanja modal peralatan studio dengan nilai HPS Rp 559.552.400, belanja modal alat rumah tangga AC dengan kapasitas 1 Pk, AC 2 pk, Portabel AC, Dispenser dan Racun Api dengan nilai HPS Rp 346.225.000. Belanja modal alat bantu dan lain nya dengan nilai HPS Rp 415.235.700.00.

Selanjutnya dikatakan Andip, adanya terder tersebut dipandang belum terlalu penting  dan tidak menyentuh masyarakat Muba yang masih membutuhkan sentuhan APBD. Muba saat ini belum berjalan, seperti jalan di dalam Kota Sekayu masih banyak yang rusak parah. Sekolah masih banyak membutuhkan renovasi.

“Maka dari itu kami meminta kepada Plt Bupati Muba untuk membatalkan proses lelang yang melalui LPSE. Karena anggaran tersebut dapat digunakan untuk lainnya,” tegas Andip menutup pembicaraannya.

Sementara itu Ketua LPSE maupun para anggota ketika dihubungi majalahfakta.id di kantornya, tidak satupun yang dapat memberikan tanggapan seputar permintaan FKLO, terkait permintaan pembatalan lelang yang akan berlangsung  dalam waktu dekat ini. (ito)