Bikin Geger, Komplotan Perampok Bobol Bank dan Berhasil Gasak Rp590 Miliar

Ilustrasi.

FAKTA – Alarm kebakaran meraung di tengah sunyinya dini hari. Bukan api yang menyambut petugas, melainkan sebuah lubang raksasa menuju ruang paling terlarang di gedung itu.

Dari sanalah tabir salah satu perampokan paling berani dan mahal dalam beberapa tahun terakhir perlahan terbuka.

Aksi kejahatan ini nyaris sempurna. Dilakukan tanpa letupan senjata, tanpa sandera, bahkan tanpa kepanikan.

Para pelaku datang ketika suasana paling lengang, saat orang-orang masih larut dalam euforia libur Natal.

Mereka bekerja dengan tenang, presisi, dan kesabaran tingkat tinggi—seolah mengikuti skenario film perampokan kelas dunia.

Kepolisian menyebut operasi ini dilakukan secara sangat profesional. Seorang juru bicara bahkan terang-terangan menyamakannya dengan film Ocean’s Eleven.

Pernyataan itu bukan tanpa alasan. Para pelaku menggunakan bor berukuran besar untuk menembus ruang brankas bawah tanah, lalu membuka satu per satu kotak penyimpanan milik nasabah.

Jumlahnya mencengangkan, lebih dari 3.000 kotak dibobol. Di dalamnya tersimpan uang tunai, emas, hingga perhiasan bernilai tinggi. Total kerugian diperkirakan mencapai 30 juta euro, setara sekitar Rp 590 miliar.

Baru di tengah penyelidikan terungkap, perampokan senyap ini terjadi di sebuah cabang bank Sparkasse di Kota Gelsenkirchen, Jerman bagian barat. Fakta itu langsung menyedot perhatian publik dan media internasional.

Menurut kepolisian, para pelaku diduga masuk dan keluar gedung melalui akses gedung parkir yang terhubung langsung dengan bangunan bank.

Sejumlah saksi mata mengaku melihat beberapa pria membawa tas-tas besar di area tangga parkir pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, dua hari sebelum alarm berbunyi.

Petunjuk lain datang dari rekaman kamera CCTV. Sebuah Audi RS 6 berwarna hitam terekam meninggalkan gedung parkir di Jalan De-La-Chevallerie-Strasse pada Senin pagi. Mobil tersebut kini menjadi salah satu fokus utama penyelidikan.

Lubang besar menuju ruang brankas bawah tanah baru diketahui setelah alarm kebakaran berbunyi pada Senin (29/12/2025) dini hari.

Polisi bersama petugas pemadam kebakaran langsung menyisir seluruh gedung. Saat itulah skala perampokan ini terungkap sepenuhnya.

Hingga kini, belum satu pun pelaku berhasil ditangkap. Seluruh tersangka masih buron, sementara penyelidikan terus berjalan dengan mengumpulkan rekaman CCTV dan keterangan saksi tambahan.

Dampak peristiwa ini langsung terasa. Pada Selasa (30/12/2025), polisi terpaksa mengamankan pintu masuk bank setelah ratusan nasabah berkumpul, menuntut kejelasan soal nasib harta berharga mereka.

Manajemen Sparkasse pun menutup sementara cabang tersebut dan membuka hotline khusus bagi nasabah terdampak.

Melalui pernyataan resminya, Sparkasse mengungkapkan fakta lain yang mengejutkan: sekitar 95 persen kotak penyimpanan nasabah telah dibuka paksa.

Bank menilai kemungkinan nasabah terdampak sangat tinggi mengingat masifnya pembobolan yang terjadi.

Pihak bank juga menjelaskan bahwa setiap kotak penyimpanan diasuransikan hingga 10.300 euro atau sekitar Rp202 juta, serta mengimbau nasabah memeriksa perlindungan tambahan melalui asuransi rumah tangga masing-masing.

Kini, kasus ini resmi masuk daftar perampokan bank terbesar di Jerman dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah aksi senyap, nyaris tanpa jejak, namun meninggalkan luka besar—dan pertanyaan menggelayut, siapa dalang di balik perampokan bak film Hollywood ini, dan ke mana Rp590 miliar itu menghilang? (F1)