Daerah  

Mengetuk Langit, Menjaga Bumi: 100 Tahun NU di Kota Batu

FAKTA – Di ketinggian lereng Gunung Panderman, sebuah ikrar visual terbentang megah. Seuntai kain putih sepanjang 1.000 meter dengan lambang bola dunia berwarna hijau tampak kontras menyelimuti punggung gunung. Aksi pembentangan bendera raksasa oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Batu pada Minggu (1/2/2026) ini menjadi simbol perayaan satu abad berdirinya NU dalam penanggalan Masehi.

Bukan sekadar aksi simbolik, kegiatan ini membawa pesan mendalam: bahwa sejatinya keberadaan NU adalah jembatan antara pengabdian kepada Tuhan (Mengetuk Langit) dan tanggung jawab menjaga kelestarian alam (Menjaga Bumi).

Langkah kaki para jamaah dimulai dari MI Bustanul Ulum, Desa Pesanggrahan. Di sana, aroma doa dan nasi tumpeng menyeruak. Sebanyak 26 tumpeng disajikan sebagai pengingat sejarah tahun 1926, titik awal perjuangan para ulama mendirikan organisasi ini. Angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan refleksi perjalanan panjang yang kini genap berusia satu abad.

“Kami membawa semangat para pendiri. Bendera ini adalah bendera yang sama yang pernah berkibar pada satu abad Hijriah tahun 2023 lalu. Sengaja kami rawat dan hadirkan kembali sebagai bukti bahwa pengabdian NU di Kota Batu terus bersambung, tak lekang oleh waktu,” ujar Ketua PCNU Kota Batu, Takim.

Medan terjal lereng Panderman menjadi saksi ketangguhan pasukan gabungan dari Banser, Ansor, LPBI NU, dan Lazisnu. Sedikitnya 100 personel berjibaku memastikan bendera sepanjang satu kilometer itu terbentang sempurna. Di bawah kibaran bendera tersebut, aksi nyata dilakukan melalui penanaman 1.000 bibit pohon.

Wali Kota Batu, Nurochman, yang hadir di tengah-tengah prosesi, menyebut aksi ini sebagai wujud nyata nasionalisme yang dibalut kepedulian lingkungan.

“Ini adalah manifestasi rasa cinta kita. Mengetuk pintu langit dengan doa, namun tetap memijak bumi dengan aksi nyata menanam pohon. Saya bangga NU terus menjadi motor penggerak persatuan dan kelestarian di Kota Batu,” tegas Nurochman.

Aksi di lereng gunung ini hanyalah pembuka dari gelombang energi yang lebih besar. PCNU Kota Batu tengah mematangkan persiapan untuk menyongsong puncak peringatan PWNU Jawa Timur pada 7–8 Februari 2026 di Stadion Gajayana, Malang.

Sejumlah 5.000 jamaah asal Kota Batu akan bergerak bersama menuju Malang Raya untuk mengikuti mujahadah akbar. Melalui momentum satu abad ini, sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat diharapkan semakin solid guna mewujudkan Kota Batu yang religius, harmonis, dan tetap hijau bagi generasi mendatang. (Fur)