FAKTA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan langkah strategis untuk memperluas jangkauan transportasi publik di tengah keterbatasan anggaran.
Satu upaya yang ditempuh adalah penambahan armada Transjatim Luxury pada tahun 2026, yang diharapkan mampu menopang keberlanjutan layanan Transjatim reguler.
Berdasarkan data Dishub Jawa Timur, saat ini layanan Transjatim Luxury telah dioperasikan dengan 18 unit armada premium.
Jumlah tersebut direncanakan bertambah delapan unit lagi pada tahun ini, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transportasi umum yang nyaman dan terjangkau.
Kepala Dishub Provinsi Jawa Timur, Dr. Nyono, menjelaskan bahwa setiap tahun Pemprov Jatim mengalokasikan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk operasional Transjatim. Dengan skema subsidi tarif yang diterapkan pada layanan reguler, Dishub Jatim mengandalkan Transjatim Luxury sebagai penopang melalui mekanisme subsidi silang.
“Agar layanan transportasi publik dapat menjangkau hingga pelosok Jawa Timur, kami menerapkan subsidi silang melalui layanan premium,” ujar Nyono, Jumat (16/1/2026).
Ia menguraikan, Transjatim Luxury menerapkan tarif flat sebesar Rp30.000, baik untuk perjalanan jarak dekat maupun jarak jauh.
Sementara itu, layanan Transjatim reguler tetap dipatok dengan tarif terjangkau Rp5.000 per perjalanan. Menurut Nyono, meski bertarif lebih tinggi, layanan luxury tetap kompetitif karena menyasar penumpang kelas menengah yang mengutamakan kenyamanan.
“Untuk layanan luxury, jaminan kenyamanan menjadi nilai utama,” katanya.
Pada layanan Transjatim Luxury, seluruh penumpang dipastikan mendapatkan tempat duduk tanpa adanya penumpang berdiri.
Kondisi ini menjadi pembeda utama dibandingkan layanan reguler yang pada jam-jam sibuk kerap dipadati penumpang hingga sebagian harus berdiri.
Strategi pengembangan layanan premium tersebut, lanjut Nyono, merupakan bagian dari upaya pemerataan layanan Transjatim di seluruh wilayah Jawa Timur. Dishub Jatim menargetkan pembukaan sejumlah koridor baru di berbagai kawasan strategis.
Rencana pengembangan itu mencakup tiga koridor di kawasan Gerbangkertosusila, dua koridor di Malang Raya, serta masing-masing satu koridor di Kediri Raya, Jember, Madiun, Pamekasan, dan Bojonegoro. Dengan pembukaan koridor-koridor baru tersebut, diharapkan akses transportasi publik semakin merata dan terintegrasi.
“Intinya, meski anggaran relatif tetap, jangkauan layanan bisa diperluas. Koridor yang sudah mapan dapat dimandirikan melalui layanan non-subsidi,” pungkas Kepala Dishub Provinsi Jatim tersebut. (nyo)






