Yayasan Asma Indonesia Sidoarjo Gelar Tasyakuran, Wujud Syukur atas Raihan Prestasi FORNAS

FAKTA – Yayasan Asma Indonesia (YAI) Cabang Sidoarjo menjadi lumbung medali bagi KORMI Kabupaten Sidoarjo diajang FORNAS VIII NTB. Namanya mentereng dirating pertama sebagai inorga penyumbang medali terbanyak: 5 emas, 4 perak, 3 perunggu. Bahkan YAI Sidoarjo berhasil mencatatkan namanya sebagai kontingen yang mengikuti semua jenor yang dilombakan YAI pada FORNAS VIII NTB dan meraih tambahan 1 medali emas.

Kerja keras yang dilakukan YAI berbuah manis. Pemkab Sidoarjo mengganjar pegiat berprestasi diarena FORNAS VIII dengan reward uang tunai. Peraih medali emas peorangan memperoleh Rp14 juta, peraih medali emas beregu Rp19 juta, peraih medali perak perorangan Rp12 juta, peraih medali perak beregu Rp17 juta, peraih medali perunggu perorangan Rp10 juta dan peraih medali perunggu beregu Rp15 juta.

Rasa syukur diungkapkan keluarga besar YAI Cabang Sidoarjo dengan menggelar tasyakuran, Sabtu (7/2/2026) di Aren Resto Sidoarjo. Tasyakuran dihadiri Ketua YAI Cabang Sidoarjo Siswanto Prawiro beserta pengurus, Ketua Umum KORMI Kabupaten Sidoarjo H. MG Hadi Sutjipto, S.H., M.M. bersama para pengurus KORMI, dan tokoh YAI.

Ketua YAI Cabang Sidoarjo Siswanto Prawiro, pada acara tersebut mengungkapkan rasa terima kasih kepada pegiat YAI dan menjadikan prestasi yang diperoleh sebagai pembangkit semangat menghadapi FORNAS IX Sulawesi Tengah.

“Saya juga berterima kasih pada KORMI karena yang mengirim pegiat ke sana (NTB) adalah KORMI. Saya menyampaikan terima kasih pada Pak Tjip (sapaan Ketua Umum KORMI Kabupaten Sidoarjo) yang membina Yayasan Asma Indonesia,” kata Siswanto.

YAI mulai memasang target, FORNAS IX kedepan berharap jumlah medali emas bertambah. Selain itu, YAI akan meneruskan kegiatannya YAI Goes To School dengan menggelar sosialisasi.

MG Hadi Sutjipto dalam arahannya memberikan semangat agar peguat YAI jangan kendor. Dia mengingatkan dari FORNAS ke FORNAS, peserta dari daerah lain mulai bertambah.

“Yang dicatat dan diingat sekarang Yayasan Asma berkembang pesat di seluruh Indonesia, waktu FORNAS di Palembang, FORNAS Jabar, masih belum sebanyak FORNAS NTB. Ini dilihat dari perolehan medali emas. Rupanya darah lain tidak mau kalah, tidak mau ketinggalan, sehingga kita menurun,” ujar Tjipto.

“Daerah lain mulai berkembang. Ini harus diwaspadai,” lanjutnya.

Pak Tjip tidak lupa menyampaikan ucapan terima kasih atas sumbangsih dan perjuangan pegiat YAI tetap yang luar biasa. Dia berharap target medali yang diharapkan Ketua YAI Sidoarjo dapat tercapai di FORNAS IX Sulteng.
Selain itu, Pak Tjip mendukung kegiatan YAI diantaranya, sosialisasi ke sekolah-sekolah dan melakukan pengkaderan. Wakil Bupati Sidoarjo periode 2010-2015 ini juga meminta agar YAI mengajak masyarakat berolahraga dan menghilangkan kesan senam asma hanya untuk penderita asma.

“Ada anggapan yang ikut senam asma adalah penderita asma. Ini harus dihilangkan. Siapapun silahkan ikut senam asma, penilaian masyarakat senam asma hanya untuk penderita asma, padahal enggak. Ini harus disosialisasikan terutama ke sekolah. Kita perlu regenerasi, ada kader, makin banyak, disamping untuk penyembuhan, juga untuk menjaga paru-paru kita supaya tidak asma. Itu yang penting,” pesan Pak Tjip.

Pak Tjip mengatakan KORMI Kabupaten Sidoarjo akan membantu sosialisasi ke sekolah-sekolah.

Dia menaruh harapan agar YAI Sidoarjo terus berjaya. “Saya harapkan asma (Sidoarjo) tetap bergengsi di Indonesia, terkenal asma Sidoarjo. Itu yg harus kita pertahankan,” tuturnya.

Acara tasyakuran yang diikuti pegiat YAI ini berjalan lancar dan akrab. Para pegiat YAI tampil membawakan Senam Udeng, line dance dan senam lainnya.

Salah satu anggota YAI yang mewakili pegiat FORNAS, Moh. Alessandro Nesta Setiawan, tampil menyampaikan kesan-kesannya terhadap penyelanggaraan FORNAS. Dia menyemangati pegiat lainnya untuk tidak berpuas diri prestasi yang diraih untuk kembali mendulang prestasi di FORNAS kedepan. (achmad/rr)