Daerah  

Yani Pengerajin Batik Tulis Tanjung Bumi Pikat Pelanggan dengan Sentuhan Unik

FAKTA – Umi Bahriyani Pratiwi, atau yang akrab disapa Yani, tak hanya seorang guru SMP Swasta di Tanjung Bumi, Bangkalan, tetapi juga pewaris dan pengembang warisan budaya batik tulis di daerahnya.

Lewat usaha “Funny Collection”, Yani bukan hanya melestarikan batik tulis Tanjung Bumi, tapi juga menorehkan sentuhan unik yang memikat hati pelanggan.

Yani, lulusan STKIP-PGRI Bangkalan tahun 2014, mewarisi bakat seni batik dari ibunya dan mulai menekuni bisnis batik tulis sejak lulus kuliah.

“Saya suka mendesain dan selalu ingin membuat batik yang berbeda,” ungkapnya, menceritakan awal mula ketertarikannya pada dunia batik.

“Bahkan, teman-teman kuliah saya dulu menjadi pelanggan setia karena suka dengan desain batik saya yang unik,” imbuhnya.

Keunikan Funny Collection terletak pada fleksibilitasnya. Pelanggan bebas memilih motif dan desain yang diinginkan, dan Yani dengan telaten mewujudkan kreativitas mereka.

“Mulai dari motif seperti Sek Mlayah, Sek Buluh, dan Kembang Padi, sampai desain yang lebih modern, semuanya bisa saya wujudkan,” jelasnya saat diwawancara majalah FAKTA di rumahnya pada Minggu (27/10/2024).

Yani memerlukan waktu minimal dua minggu untuk menyelesaikan satu lembar kain. Pemasaran produknya dilakukan secara tradisional dari mulut ke mulut, melalui hubungan pertemanan, dan juga memanfaatkan media sosial.

Yani berharap ke depannya akan ada asosiasi pedagang dan pengerajin batik Bangkalan, agar harga jual batik di pasaran lebih stabil dan tidak merugikan pengerajin kecil.

“Kadang yang banyak modalnya itu harganya yang penting laku dimurahkan. Kan belum ada asosiasi,” ujar Yani, mengungkapkan kekhawatirannya.

Bisni batik melalui Funny Collection mendapat dukungan dari pemerintah Kabupaten Bangkalan, melalui program Bantuan Modal Usaha (BMU) berupa alat bak pewarnaan. (Hasan Hasir)