Semua  

Wujudkan Pelayanan Publik Berkualitas, Badung Gelar Asistensi Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, saat membuka Asistensi Pengadaan Barang/Jasa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan stakeholder di Kabupaten Badung, Rabu (7/2) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.
Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, saat membuka Asistensi Pengadaan Barang/Jasa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan stakeholder di Kabupaten Badung, Rabu (7/2) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.
Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, saat membuka Asistensi Pengadaan Barang/Jasa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan stakeholder di Kabupaten Badung, Rabu (7/2) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.
Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, saat membuka Asistensi Pengadaan Barang/Jasa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan stakeholder di Kabupaten Badung, Rabu (7/2) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung.

DALAM mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas serta transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang/jasa pemerintah, Pemkab Badung menggelar Asistensi Pengadaan Barang/Jasa Unit Layanan Pengadaan (ULP) dengan stakeholder di Kabupaten Badung, Rabu (7/2) di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung. Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Badung, I Ketut Suiasa, Anggota DPRD Badung, I Nyoman Dirgayusa, serta narasumber dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Republik Indonesia (LKPP-RI).

Dalam sambutannya, Wabup Suiasa menekankan bahwa komitmen Pemkab Badung dalam meningkatkan pelayanan publik di bidang pengadaan barang dan jasa telah ditunjukkan dengan membentuk Unit Layanan Pengadaan (ULP) mandiri dan permanen yang berada pada Bagian Pengadaan Barang/Jasa, sehingga pengadaan barang/jasa di Badung dapat berjalan secara transparan dan akuntabel. Terlaksananya asistensi pengadaan barang/jasa ini sangat penting dalam peningkatan kapasitas dan kemampuan aparatur serta rekanan. Selain itu pengadaan barang/jasa merupakan salah satu indikator penilaian kinerja pemerintah dan wajib untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, Pemkab Badung berkomitmen untuk melaksanakan transparansi dan akuntabilitas pengadaan barang/jasa pemerintah, sehingga pelayanan publik berkualitas,” jelasnya.

Lebih lanjut Suiasa menyadari bahwa tugas aparatur pengadaan barang/jasa cukup berat, beresiko dan penuh tantangan. Namun Suiasa meyakinkan ASN agar selalu bekerja dengan itikad baik dan sesuai dengan norma, niscaya tugas yang diemban dapat dilaksanakan dengan baik.

Sementara kepada asosiasi maupun rekanan diminta untuk meningkatkan kerja sama dan sinergitas dengan Pemkab Badung yang memiliki misi kemasyarakatan. Satu hal yang diminta Wabup Suiasa kepada para rekanan agar dalam pelaksanaan pembangunan dapat memberikan kualitas yang baik, sebagai tanggung jawab moral kepada masyarakat.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung, Dewa Made Apramana, selaku Ketua Panitia melaporkan tujuan dari asistensi ini adalah adanya kesamaan persepsi dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa antara ULP dengan stakeholder pengadaan di Badung. Asistensi diikuti sebanyak 300 peserta dari unsur Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemkab Badung dan Penyedia (Rekanan). (Rilis)