Semua  

Wabup Suiasa Buka Seminar Hari Kesehatan Nasional Ke-53

Pemkab Badung menggelar Seminar Ilmiah "Strategi Penanganan Psikologi Korban Terdampak Bencana Melalui Pendekatan Tat Twam Asi", di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Sabtu (25/11).
Pemkab Badung menggelar Seminar Ilmiah "Strategi Penanganan Psikologi Korban Terdampak Bencana Melalui Pendekatan Tat Twam Asi", di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Sabtu (25/11).

“Strategi Penanganan Psikologi Korban Terdampak Bencana Melalui Pendekatan Tat Twam Asi”

Pemkab Badung menggelar Seminar Ilmiah "Strategi Penanganan Psikologi Korban Terdampak Bencana Melalui Pendekatan Tat Twam Asi", di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Sabtu (25/11).
Pemkab Badung menggelar Seminar Ilmiah “Strategi Penanganan Psikologi Korban Terdampak Bencana Melalui Pendekatan Tat Twam Asi”, di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Sabtu (25/11).

DALAM rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-53, Pemkab Badung menggelar Seminar Ilmiah “Strategi Penanganan Psikologi Korban Terdampak Bencana Melalui Pendekatan Tat Twam Asi”, di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Sabtu (25/11). Kegiatan ini secara resmi dibuka Wakil Bupati Badung, Drs I Ketut Suiasa SH, bersama Kadis Kesehatan, dr Gede Putra Suteja, dan Direktur RSUD Badung Mangusada, Nyoman Gunarta, ditandai pemukulan gong.

Dalam seminar tersebut menghadirkan narasumber yakni Dr Sahat Hamonangan Harianja MBiomed SpKJ dengan membawakan tentang konsep respon psikologis korban dampak bencana dan stategi penanganannya, serta Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acarya Nanda menyampaikan materi tentang konsep Tat Twam Asi dalam penanganan korban terdampak bencana. Seminar tersebut dipandu moderator, Dr I Nyoman Gunarta MPH.

Wabup Suiasa sangat menyambut baik dan mendukung seminar ilmiah HKN dengan topik strategi penanganan psikologis korban terdampak bencana melalui pendekatan Tat Twam Asi. Beliau menilai, seminar ini sebagai salah satu bentuk kontribusi Pemkab Badung melalui jajaran kesehatan, ikut peduli dalam hal penanganan terhadap masyarakat Karangasem yang sekarang ini masih berada di tempat-tempat pengungsian dampak dari erupsi Gunung Agung.

“Para masyarakat ini tentu mendapat tekanan psikologis yang perlu ditangani dengan baik, dengan metode, teknik serta strategi tertentu dan ada ilmunya secara ilmiah,” terangnya.

Untuk itu pengembangan wawasan, kompetensi petugas kesehatan sangat penting dilakukan, dengan harapan seminar ini mampu menjangkau dan petugas kesehatan tidak hanya sebatas mampu menangani secara fisiologis saja namun juga secara psikologis. “Ini adalah termasuk kontribusi kita kepada masyarakat Karangasem. Kita tidak hanya berkontribusi pada hal yang sifatnya material, tapi juga berkontribusi psikologis semacam ini,” terangnya.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam menjaga kesehatan harus dengan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) yang diawali dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan masyarakat. Untuk mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, juga diperlukan usaha bersama dan kesadaran kolektif kita bersama. “Semua komponen harus memiliki kesadaran kolektif dalam bidang kesehatan,” terangnya.

Ketua Panitia, I Nyoman Oka Jenyana SKM MKes, melaporkan, latar belakang diadakannya seminar ini yakni setelah Gunung Agung berstatus awas, hampir 59.286 masyarakat di kawasan rawan bencana, mengungsi di seluruh kabupaten/kota di Bali. Terhadap hal tersebut, sebagai insan kesehatan betul-betul terketuk dalam hati, untuk senantiasa memberikan pelayanan kepada masyarakat terutama masyarakat pengungsi yang terdampak bencana. “Kami bersama puskesmas dan rumah sakit juga telah menjalankan kegiatan pelayanan kesehatan baik bagi pengungsi di Badung dan tempat lainnya seperti Klungkung dan Karangasem,” katanya.

Ditambahkan, kegiatan seminar ilmiah ini dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman petugas kesehatan tentang strategi penanganan psikologis korban terdampak bencana. Selain itu untuk meningkatkan rasa memiliki serta dengan sikap dan tindakan yang dilandasi ketulusan dan keikhlasan dalam memberikan pelayanan kesehatan melalui konsep-konsep Tat Twam Asi. Seminar ini dihadiri seluruh jajaran kesehatan di Badung mulai dari puskesmas, Dinas Kesehatan maupun RSUD Mangusada serta rumah sakit dan klinik-klinik swasta, termasuk juga perwakilan mahasiswa sekolah kesehatan.

Beberapa kegiatan serangkaian HKN dengan tema “Sehat Keluargaku, Sehat Indonesiaku” di antaranya tirta yatra, pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis di tempat-tempat pengungsian di Badung, serta memberikan santunan dan sembako kepada masyarakat yang mempunyai kelainan jiwa dan penyakit kronis yang berpenghasilan rendah, kegiatan olahraga dengan jalan santai dan senam Germas. (Rilis)