Tegal, majalahfakta.id – Sebuah video yang viral di Instagram pada Minggu, 18 Oktober 2026, bikin geger. Dalam video itu seorang warga Desa Karangdawa, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, disebut-sebut menjadi korban KDRT. Warganet langsung ramai, komentar bermunculan, dugaan-dugaan liar pun menyebar.
Polres Tegal tidak menunggu video itu semakin liar. Unit IV PPA dan PPO Satreskrim langsung bergerak melakukan quick response. Polisi mengecek ke rumah sakit, mendatangi lokasi kejadian, dan meminta klarifikasi langsung kepada pihak keluarga untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Bahkan Kapolres Tegal, AKBP Febriyani Aer, S.I.K., M.H., didampingi Kapolsek Margasari IPTU Ida Bagus Nyoman Laksana, S.H., datang sendiri ke rumah warga tersebut. Bukan untuk menggerebek, tapi untuk melihat langsung kondisi warga dan memastikan ia mendapatkan pendampingan.
Dari klarifikasi keluarga, cerita di balik video viral itu ternyata jauh berbeda. Kondisi warga tersebut bukan akibat KDRT seperti yang dipersepsikan di media sosial, melainkan karena sakit strok ringan dan riwayat terjatuh. Saat ditemui, warga itu masih dalam kondisi lemas dan belum pulih sepenuhnya.
Melihat kondisi itu, Kapolres menyarankan agar warga tersebut kembali mendapatkan pemeriksaan dan perawatan medis sesuai kebutuhan. Kehadiran polisi di sana bukan sekadar klarifikasi, tapi juga memastikan warga yang sakit tidak terabaikan.
“Setiap informasi yang berkembang di masyarakat menjadi perhatian kami dan akan ditindaklanjuti secara cepat dengan melakukan pengecekan serta klarifikasi. Kami juga berupaya memastikan masyarakat memperoleh pendampingan sesuai kebutuhannya melalui koordinasi dengan pihak terkait,” ujar AKBP Febriyani Aer.
Tak hanya memastikan fakta, Polres Tegal dan Polsek Margasari juga turun membantu mengurus kebutuhan kesehatan warga. Bersama pengurus RT, pemerintah desa, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan, polisi memfasilitasi keluarga untuk mengurus surat pengantar dari desa sebagai syarat mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan.
Putra warga tersebut bahkan direncanakan mendapat pendampingan anggota Polsek Margasari untuk mengurus administrasi BPJS di Slawi. Koordinasi juga dilakukan untuk mengupayakan kepesertaan BPJS melalui skema yang ditanggung pemerintah, agar akses berobat warga itu tidak tersendat karena masalah administrasi.
Polres Tegal pun mengingatkan warga agar lebih bijak bermedia sosial. Jangan buru-buru menyimpulkan dari sepotong video, periksa dulu kebenarannya, karena di balik video viral ada manusia dan keluarga yang bisa ikut terdampak.
Kasus Karangdawa ini menjadi contoh, tidak semua yang viral itu benar, tapi setiap yang viral harus direspons dengan cepat dan humanis. (sus)






