Uji Coba Operasional Wisata Baru Kota Batu “Mikutopia”, Gratis Tiket Masuk 14-20 Maret 2026

Salah satu wahana yang ada di Mikutopia. (foto: ist/majalahfakta.id)

FAKTA – Sebuah keajaiban kelahiran wisata baru perlahan menampakkan wujudnya di jantung Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Kejayaan budidaya jamur kini lahir kembali, bertransformasi menjadi instalasi mimpi bernama Mikutopia. Destinasi seluas 10 hektar ini bukan sekadar taman bermain, ia adalah surat cinta bagi kearifan lokal yang kini bersiap memendarkan cahayanya di cakrawala pariwisata Kota Batu pada 14 Maret 2026 mendatang.

Sebagai kado pembuka bagi para pelancong, pihak manajemen menghadirkan kejutan istimewa. Selama tujuh hari pertama, terhitung sejak 14 hingga 20 Maret 2026, pintu gerbang “Dunia Impian” ini akan terbuka lebar bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan gratis (free) tiket masuk.

Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar Ramadhani, menekankan bahwa masa uji coba operasional (soft opening) ini merupakan fase krusial untuk menyempurnakan harmoni pelayanan.

“Tujuan utama kami adalah mengukur nadi pelayanan, memastikan setiap fasilitas bernapas dengan baik, dan mengevaluasi kesiapan SDM di lapangan. Kami ingin saat lonjakan pengunjung terjadi di masa libur Lebaran nanti, kenyamanan wisatawan sudah terjamin tanpa cela,” ujar Panji saat konferensi pers di Balai Desa Tulungrejo, Rabu (11/3/2026).

Setelah masa uji coba operasional tersebut berakhir, per tanggal 21 Maret 2026, Mikutopia akan mulai menerapkan tarif resmi yang kompetitif:

  • Tiket Masuk Reguler: Rp45.000.
  • Tiket Terusan (20 Wahana): Rp85.000 (Weekday) dan Rp95.000 (Weekend).
  • Tiket Satuan: Rp15.000 per wahana, memberikan kebebasan bagi pengunjung untuk memilih petualangan mereka sendiri.

Nama Mikutopia, yang memadukan kata “Miku” (Fungi/Jamur) dan “Topia” (Dunia Impian)—adalah bentuk penghormatan terhadap sejarah Desa Tulungrejo. Kawasan ini menghidupkan kembali memori kolektif masyarakat tentang sentra budidaya jamur yang dikemas dalam balutan wisata modern berkelanjutan.

Dengan 24 wahana yang siap memacu adrenalin, mulai dari Bianglala megah setinggi 40 meter, Roller Coaster, hingga Pendulum, Mikutopia juga menawarkan sisi lembut melalui sudut-sudut arsitektur bertema jamur yang estetik. Tak hanya itu, manajemen juga berkomitmen menjaga ekosistem ekonomi lokal dengan merangkul UMKM di dalam area kuliner.

Dukungan penuh datang dari Kepala Desa Tulungrejo, Suliono. Ia melihat Mikutopia bukan sekadar tempat wisata, melainkan lentera harapan bagi ekonomi warga desa. “Kami berharap kehadiran Mikutopia menjadi pintu gerbang lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat sekitar,” tuturnya.

Keamanan pun menjadi janji yang dipahat kuat oleh manajemen. Seluruh wahana telah mengantongi sertifikasi K3 dari Dinas Ketenagakerjaan. “Kami memprioritaskan keselamatan di atas segalanya. Lisensi ini adalah jaminan bahwa setiap tawa di Mikutopia terlindungi oleh standar prosedur yang ketat,” pungkas Panji. (F. 1015)