FAKTA – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Brebes, melakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap data kemiskinan ekstrem, sesuai hasil survei Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Desa Ragatunjung Paguyangan Brebes sesuai data ada 1.876 jiwa, (03-06/2/2023).
Kepala Desa Ragatunjung Masduki, AM mengatakan bahwa validasi verval masyarakat miskin ektrim sesuai data dari Bapeda jumlah 1.876 jiwa.
Ditambahkan bahwa kemiskinan ekstrem adalah kondisi ketidak mampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu kebutuhan makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi yang tidak hanya terbatas pada pendapatan, tapi juga akses pada layanan sosial.
Setelah dilakukan verifikasi dan validasi (verval) terhadap data kemiskinan ekstrem vetifikasi Verval /data terpadu kesejahteraan masyarakat,hanya ditemukan 90 jiwa mayoritas lansia dan penderita penyakit menahun.
“Karena sebetulnya warga desa Ragatunjung tidak ada warga yang miskin ekstrem, ‘ kata Duki.
Data Kemenko PMK pada Maret 2022 berbeda dengan hasil survei, bahwa angka kemiskinan ekstrem di Desa Ragatunjung sebesar kurang lebih 1.876 jiwa , kenyataanya hanya 90 jiwa.
Camat Paguyangan Husni Pramono ditengah kegiatan falidasi verval mengatakan Desa Ragatunjung Paguyangan insyaalloh nantinya bisa ditetapkan menjadi proyek desa. percontohan pengendalian kemiskinan ekstrem.
“Mamun saat ini masih prematur kami belum bisa menyebutkan akan kemiskinan ekstrem , kami masih melakukan verifikasi dan validasi semua desa di wilayah kecamatan Paguyangan atau.data di tingkat desa,” lainya imbuhnya.
Tujuan dari verifikasi dan validasi data kemiskinan ekstrem ini untuk menentukan layak atau tidak layak kemiskinan ekstrem.
Kriteria miskin ekstrem adalah mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar, yakni makan, minum air bersih, sanitasi layak kesehatan, tempat tinggal, pendidikan yg menurut PBB kurang dari 1,99 dolar AS per orang per hari. Sebesar 1.99 Dolar Amerika Serikat dirupiahkan sama dengan Rp30.234,07.
Data verifikasi dan validasi data kemiskinan ekstrem sebagai acuan dalam pola intervensi program penanganan kemiskinan ekstrem.
“Kalau intervensinya kita menunggu hasil verifikasi dan validasi karena setiap keluarga intervensinya akan berbeda,” katanya.
Program penanganan kemiskinan ekstrem, Ragatunjung betsama sama difokuskanya program pengentasan kemiskinan di tingkat se wilayah kecamatan Paguyangan.
Nantinya, program pengentasan kemiskinan terpadu akan dipusatkan di tingkatnKabupaten, dan akan dievaluasi sejauh mana dampak program tersebut dalam menurunkan angka kemiskinan. Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memiliki data kemiskinan lengkap.
“Nanti akan kami evaluasi apakah program pengentasan kemiskinan tepat sasaran. Dampak program tersebut bisa dilihat dalam satu tahun,” katanya. (dun)






