Semua  

TERLAPOR PENYEROBOTAN TANAH ALFIAN BELUM DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA

Alfian Bin Suud saat membaca Majalah FAKTA.
Alfian Bin Suud saat membaca Majalah FAKTA.

TERLAPOR pelaku penyerobotan tanahnya belum ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda Sumsel. Demikian ungkap Afian Bin Suud ketika meminta bantuan hukum ke Kantor Amrullah SHI MHI dan Rekan di Jalan Kol H Barlian Km 5 Palembang.

“Berdasarkan surat kuasa nomor 089/SK/AMR/XII/2016 tanggal 15 November 2016 kami baru bisa bergerak dan telah kami layangkan surat somasi pertama terhadap terlapor penyerobotan tanah dan terduga perekayasa surat jual beli tanah masing-masing Abuzar Bakri, H Sunyoto SH dan kawan-kawannya. Klien kami, Alfian Bin Suud, adalah pemilik yang sebenarnya atas sebidang tanah berukuran 600 m2 atau 15 m x 40 m terletak di Talang Jambe, Talang Betutu, Kecamatan Sukarame, Kota Palembang, Sumatera Selatan, dengan dasar kepemilikan dari pengoperan hak nomor  2568/SKR//1996 yang ditandatangani oleh Camat Drs Samsul Bahri tahun 1996. Dasar pengoperan hak itu adalah Surat Pengakuan Hak (SPH) atas nama Unan Bin Umar pada tahun 1985. Klien kami juga tidak pernah memperjualbelikan ataupun menghibahkan tanahnya itu kepada siapa pun. Tapi sampai sekarang tanah tersebut dikuasai oleh tersomasi (Abuzar Bakri) dan atas tanah tersebut telah dibangun mess. Klien kami sangat dirugikan atas penyerobotan tanahnya itu dan ini merupakan perbuatan melawan hukum. Perbuatan tersebut telah dilaporkan klien kami kepada Kapolda Sumsel dengan nomor laporan LPB/91/II/2016/SPKT dan selaku penyidiknya adalah Kompol Hadi Syaefudin SE, yang menerangkan kepada klien kami bahwa jual beli tanahnya tersebut telah direkayasa oleh tersomasi (H Sunyoto SH) dan kawan-kawannya dengan cara memalsukan dokumen, alamat rumah serta tanda tangan klien kami. Sehingga jelas sekali perbuatan mereka tersebut adalah perbuatan melawan hukum yang diancam pidana penjara karena telah terpenuhi unsur-unsur pidananya. Dan, 100% H Sunyoto SH bisa sebagai tersangkanya. Begitulah kata penyidik Kompol Hadi saat itu kepada klien kami,” urai kuasa hukum Afian Bin Suud.

Lebih lanjut dikatakan bahwa perbuatan dan tindakan yang dilakukan oleh tersomasi H Sunyoto dan Abuzar Bakri serta kawan-kawannya itu jelas sekali telah merugikan kliennya. “Klien kami telah banyak mengalami kerugian akibat dari adanya rekayasa surat jual beli tanahnya tersebut. Sebagai terduga pelaku dalam perbuatan melawan hukum yang telah memenuhi unsur tindak pidana yang diancam dengan penjara seperti yang termuat dalam KUHP berupa rekayasa jual beli, pemalsuan dokumen, kongkalikong dan persekutuan/permufakatan jahat menguasai hak orang lain seharusnya bisa segera ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumsel. Tapi klien kami masih memberi kesempatan kepada H Sunyoto, Abuzar Bakri dan kawan-kawannya agar bertanggung jawab untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara baik-bak dan kekeluargaan. Apabila mereka masih mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut dapat menghubungi kami sebagai kuasa hukumnya. Tapi apabila tidak ada penyelesaian secara baik-baik dan kekeluargaan dalam waktu 7 hari, maka kami akan mengadukan dan membuka kembali kasus yang telah dilaporkan ke Kapolda Sumsel tersebut. Terlapornya adalah Abuzar Bakri, dan terduga aktor inteleketualnya adalah H Sunyoto dan kawan-kawannya. Selain itu kami juga akan melakukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Palembang”. (F.601) www.majalahfaktaonline.blogspot.com / www.majalahfaktanew.blogspot.com / www.instagram.com/mdsnacks