Semua  

Tenang, Kunci Untuk Menang

H Haryanto SH MHum, Ketua DPC Peradi Surabaya 2017 - 2021.
H Haryanto SH MHum, Ketua DPC Peradi Surabaya 2017 - 2021.
H Haryanto SH MHum, Ketua DPC Peradi Surabaya 2017 - 2021.
H Haryanto SH MHum, Ketua DPC Peradi Surabaya 2017 – 2021.

KALIMAT pada judul berita di atas memang sederhana, namun punya arti yang dalam dan bisa berakhir dengan sebuah kemenangan. Hal itu identik dengan yang dialami H Haryanto SH MHum.

Betapa tidak, dalam mencalonkan diri sebagai Ketua DPC Peradi Surabaya, telah diikat dengan persyaratan yang ketat. Di antaranya berbunyi;“Tidak merangkap sebagai pejabat negara sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Advokat dan atau pengurus partai politik, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah”.

Ternyata menjelang pemungutan suara, ada yang menjegal. Dengan membawa satu map berkas dikatakan bahwa Haryanto menjadi pengurus di salah satu partai, konsekwensinya harus mundur. Diancam demikian ternyata Haryanto tidak panik. Dengan tenang dijawabnya bahwa tuduhan tersebut tidak benar, dan mohon bukti semacam SK itu diperhatikan dengan baik.

Ternyata SK tersebut, selain sudah kadaluwarsa, Haryanto sebatas menjadi kuasa hukum saja, bukan yang lain, seperti dimaksud dalam undang-undang tersebut.

Berkat ketenangannya, advokat muda tapi pengalamannya tua ini meraih kemenangan dalam Muscab DPC Peradi Surabaya, Jumat, 27 Oktober 2017.

Itu berarti dalam waktu dekat, advokat yang berkantor di kawasan Jalan Tidar, Surabaya, ini menerima tongkat komando dari DPN Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia), untuk memimpin organisi DPC Peradi Surabaya ke depan periode 2017-2021.

Salam komando H Setijo Boesono dan H Haryanto.
Salam komando H Setijo Boesono dan H Haryanto.

Haryanto menggantikan H Setijo Boesono, yang telah habis waktunya pada Juni 2017 lalu, setelah memegang kendali DPC Peradi Surabaya sejak tahun 2013 silam.

“Saya akan meneruskan program Pak Setijo yang belum tercapai dan akan merangkul pengurus yang pernah bekerja sama dengannya,” tegas Haryanto di hadapan para peserta muscab berjumlah hampir 800 orang yang dimulai sejak jam 8 pagi hingga jam 9 malam, di Gedung Gramedia Jl Basuki Rahmad, Surabaya.

Dalam visi-misinya selama 15 menit, Haryanto akan membuka website Peradi dengan program keterbukaan. Artinya, segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan Peradi yang dalam waktu dekat dipimpinnya, bisa diketahui dengan jelas, tidak ada yang ditutup-tutupi.

Tak kalah penting, dalam misinya, akan mengaktifkan olahraga sepakbola, karena didengar bahwa ternyata para advokat muda di Surabaya banyak yang piawai bermain sepakbola. Selain menyehatkan, sepakbola ataupun olahraga lainnya, misalnya nggowes bisa menyingkirkan kejenuhan bergelut dengan masalah hukum. (Tim)