banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

banner 728x250

TANAMAN SUWEG IKON ADIWIYATA SMPN 1 SURABAYA

647 views


Stan dan tanaman suweg ikon Adiwiyata SMPN 1 Surabaya
Stan dan tanaman suweg ikon Adiwiyata SMPN 1 Surabaya

DARI sederetan stan sekolah yang meramaikan gelar pameran pendidikan ‘’WIDYA WAHANA’’ Pendidikan tanggal 19-21 Mei lalu di Balai Pemuda Surabaya, yang mengambil tema ‘Menjadi Tuan Dan Nyonya Di Rumah Sendiri Melalui Peningkatan Daya Saing Dan Daya Tanding Siswa Surabaya’ itu ada sebuah stan yang menarik perhatian banyak pengunjung, mengingat yang ditampilkan adalah tanaman yang lain daripada yang lain alias langka, namun memiliki multifungsi yang sangat tinggi. Yakni, stan SMPN 1 Surabaya. Stan yang memiliki moto “Tiada Hari Tanpa Prestasi, Tiada Prestasi Tanpa Kerja Keras’ tersebut menampilkan tanaman koro bedog, pare welut, suweg, di samping produk-produk unggulan lainnya.
Menurut Kepsek SMPN 1 Surabaya, Dra Hj Titik Sudarti MPd, bahwa pihaknya tetap ingin berkomitmen melaksanakan program adiwiyata di samping melestarikan keanekaragaman hayati dan pelestarian lingkungan, dengan menjadikan tanaman suweg sebagai ikon Adiwiyata SMPN 1 Surabaya.
Tanaman suweg yang masuk bangsa umbi-umbian itu adalah tanaman langka yang memiliki serat tinggi dan memiliki banyak manfaat. Bisa dijadikan pengganti nasi, keripik, donat, gethuk, perkedel, dan lain-lain. Bahkan di negara Jepang, suweg bisa dijadikan bahan pelumas pesawat terbang. Untuk pembudidayaan tanaman suweg sangatlah mudah dan tidak membutuhkan lahan luas serta bisa ditanam di sela-sela tanaman lain (tumpang sari). Bibit suweg dapat diperoleh di Kabupaten Pacitan, Ponorogo dan sekitarnya.
Dalam pameran pendidikan itu SMPN 1 Surabaya juga menampilkan tanaman langka lainnya, yaitu koro bedog yang bisa digunakan sebagai isi bakpao. Sementara pare welut bisa digunakan untuk sayur-mayur, botok, sop, dan lain-lain. Lebih jauh Titik Sudarti menjelaskan bahwa pihaknya tidak hanya semata-mata menciptakan anak-didiknya hanya unggul di bidang akademis saja, melainkan juga non akademis. Sehingga tidak hanya cerdas di otak kiri saja tapi juga cerdas di otak kanan (seimbang) di semua bidang. ‘
“Saya memberikan pembelajaran kepada siswa mulai dari proses penanaman hingga panen suweg dan tanaman lainnya. Sehingga diharapkan siswa menjadi entrepreneur (pengusaha) handal atau paling tidak menjadi calon pejabat yang peduli terhadap lingkungan hidup,” ujar Kepsek SMPN 1 Surabaya’, Dra Hj Titik Sudarti MPd, yang di bulan Desember 2015 pernah menerima anugerah penghargaan Integritas Ujian Nasional 2015 dari pemerintah pusat, kepada Bambang Suryantono dari FAKTA. (F.453)
www.majalahfaktaonline.blogspot.com / www.majalahfaktanew.blogspot.com