FAKTA – Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman menyarankan 24 warga terdampak bencana retakan tanah di Dukuh Belimbing, Desa Kajen, Kecamatan Lebaksiu untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman. Langkah relokasi dinilai penting untuk meminimalkan risiko keselamatan warga mengingat kondisi pergerakan tanah yang terus meluas dan berpotensi membahayakan. Hal ini disampaikan Bupati saat meninjau langsung lokasi bencana bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tegal dan Baznas Kabupaten Tegal, Jumat (30/1/2026).
Usai tinjauan, Bupati Tegal menjelaskan hingga saat ini belum ada langkah penanganan infrastruktur secara konkret seperti pembangunan struktur pengaman, konsolidasi tanah, maupun relokasi lanjutan. Sebelumnya, relokasi baru dilakukan terhadap delapan rumah, sementara 24 rumah lainnya yang berada di sisi timur jalan masih dihuni dan mengalami retakan yang semakin meluas.
“Kunjungan kali ini kami lakukan untuk bersilaturahmi, sekaligus melihat kondisi terkini wilayah terdampak serta mendengarkan aspirasi dan kebutuhan warga,” katanya.
Menurutnya, penanganan bencana secara infrastruktur membutuhkan anggaran yang sangat besar. Berdasarkan estimasi Dinas Pekerjaan Umum dan BPBD, kebutuhan anggaran penanganan mencapai sekitar Rp50 miliar. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tegal menilai relokasi sebagai solusi paling aman bagi masyarakat terdampak.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Baznas Kabupaten Tegal menyalurkan bantuan darurat berupa santunan sebesar Rp1 juta per rumah kepada 24 kepala keluarga terdampak. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sembari menunggu proses penanganan lebih lanjut. Bupati juga menghimbau warga mengungsi ke rumah keluarga masing-masing demi keselamatan.
“Pemerintah daerah juga akan mengusulkan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar warga terdampak dapat memperoleh bantuan hunian tetap (huntap). Relokasi tersebut ditargetkan terealisasi pada 2026,” jelasnya.
Selain relokasi, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana penyodetan alur sungai untuk mengurangi risiko bencana lanjutan. Upaya tersebut akan dikoordinasikan dengan BPBD dan perangkat daerah terkait serta diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tegal Muhammad Afifudin menyampaikan pihaknya akan terus mendampingi warga terdampak dan meminta masyarakat bersabar karena proses relokasi membutuhkan tahapan yang cukup panjang. Ia menegaskan pemerintah daerah akan terus hadir bersama masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
Pemerintah Kabupaten Tegal mengimbau masyarakat tetap waspada, saling menguatkan, serta memanjatkan doa agar kondisi alam segera membaik dan Kabupaten Tegal senantiasa dalam keadaan aman.
Salah satu warga terdampak, Aripiyah (59), warga Dukuh Belimbing RT 03 RW 09, mengungkapkan retakan pada rumahnya mulai terjadi sekitar dua tahun lalu dan semakin parah dalam beberapa bulan terakhir, terutama saat musim hujan.
“Awalnya retakannya kecil, tetapi sekarang hampir seluruh bagian rumah terdampak. Bagian belakang rumah sampai kamar mandi rusak parah dan temboknya sempat runtuh sore hari sekitar pukul 17.00,” ujarnya.
Ia mengaku kondisi tersebut membuatnya merasa cemas, terutama pada malam hari dan saat hujan turun, karena khawatir terjadi longsor susulan. Demi keselamatan, Aripiyah saat ini memilih mengungsi ke rumah anaknya di wilayah Lebaksiu.
“Saya berharap ada solusi secepatnya dari pemerintah, baik relokasi maupun bantuan lainnya, supaya kami bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman,” tambahnya. (Iwan M)






