FAKTA – Wilayah hukum Polres Tegal terjadi peristiwa yang menggemparkan warga. Dua remaja ditemukan tergeletak di jalan Desa Sigentong, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, Kamis (19/12/2024) pagi.
Salah satunya tergeletak kepalanya luka parah dalam keadaan meninggal dunia. Satunya kondisinya masih hidup namun kakinya patah tulang. Dan dekat dari lokasi diketahui Warga ada sebuah sepeda motor.
Oleh warga dieevakuasi ke RSUD Suradadi, Kabupaten Tegal. Diketahui , dua remaja itu merupakan warga Desa Harjosari, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, yakni Angga Sahputra (14), pelajar kelas 9 MTs, dan Andrian (14) pelajar kelas 9 SMP di Kecamatan Suradadi.
Korban Angga Sahputra mengalami patah tulang kaki kanan dan masih menjalani perawatan di RSUD Suradadi. Sedangkan korban Andrian saat dievakuasi ke rumah sakit dalam kondisi telah meninggal dunia, jenazahnya hingga Kamis hari ini (19/12/2024) masih berada di Kamar Jenazah RSUD Suradadi.
Sebelumnya warga mengira remaja yang tergeletak adalah korban dari geng motor, namun menurut keterangan petugas berbeda.
Kapolsek Warureja, AKP Wahyadi, saat dikonfirmasi wartawan (19/12/2024) menjelaskan, kedua remaja tersebut bukan sebagai korban tawuran, namun korban kecelakaan jatuh dari sepeda motor, karena takut dengan ancaman senjata tajam sekelompok pemuda saat melintas di Desa Harjosari.
Tambahnya, dari keterangan teman korban yang selamat, saat kejadian kedua korban bersama dua orang temannya berboncengan satu sepeda motor pada pukul 02.00 WIB Kamis (19/12/2/24) dini hari. Saat melintas di jalan Desa Harjosari, mereka dihadang sekelompok pemuda dan diancam menggunakan senjata tajam.
Karena ketakutan dan merasa dikejar oleh sekelompok pemuda tersebut, korban langsung tancap gas. Naas, mereka terjatuh saat hendak berbelok di sebuah jalan menikung di Desa Sigentong.
Diterangkan Wahyadi lagi, saat ini pihaknya Polsek Warureja bersama Polres Tegal tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap para pemuda yang melakukan ancaman terhadap korban.
“Kami sedang menggali keterangan dari saksi di lokasi kejadian dan teman korban, mereka kan berboncengan empat, nanti kita korek keterangan untuk bahan penyelidikan,” jelas Kapolsek.
“Mereka mengejar. Teman saya yang menyetir motor berusaha menghindari banter. Tapi pas itu nabrak kaya tiang listrik, semua terpental. Saya diposisi paling depan, teman saya yang meninggal posisinya paling belakang,” terangnya. (sus)






