Silahturahmi dengan Mantan Narapidana Teroris, Ini Harapan Kapolda Sumsel

Majalahfakta.id – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Eko Indra Heri, bersilahturahmi dengan enam orang mantan narapidana teroris (napiter) di wilayah kota Palembang, Rabu (14/4/2021).

Dalam pertemuan yang berlangsung santai tersebut, Kapolda berharap napiter dapat membantu Polda Sumsel untuk mencegah masuk dan berkembangnya paham intoleransi, radikalisme dan terorisme di tengah-tengah masyarakat.

Kapolda menyatakan, sebelumnya Polda Sumsel sudah pernah melaksanakan silaturahmi di tempat keluarga napiter di daerah Kebun Bunga. Kapolda Sumsel mengatakan, dalam bulan baik yang penuh barokah ini kepada para eks napiter jangan ragu bila perlu bantuan.

Irjen Pol Eko Indra Heru juga menyampaikan program Polda Sumsel. Antara lain Mang PDK Jero dalam menanggulangi Narkoba. “Mudah – mudahan silaturahmi ini menjadikan kita lebih erat, tidak ada agenda-agenda tersembunyi karena manusia harus bermanfaat kepada manusia yang lainnya, apalagi di bulan suci Ramadan ini,” ujar Kapolda.

Beberapa mantan napiter yang turut hadir yakni Abdurrahman Taib, mengatakan silaturahmi ini adalah langkah awal yang baik untuk kegiatan selanjutnya.

“Setelah bebas kami terus melakukan perbaikan ekonomi keluarga eks napiter. Sudah terbentuk yayasan namanya Pelita Bersatu Indonesia yang pengurusnya merupakan para eks napiter. Dan kami yang hadir disini sudah NKRI, sudah merah putih,” jelas dia.

Mantan napiter lainnya, Ali Mashudi, juga menyampakan dirinya pada bulan Januari yang lalu melamar kerja ke PT Wilmar bergerak di bidang sawit.

“Tapi saya belum diterima juga. Saya minta bantuan Bapak Kapolda,” harapnya. Terakhir, Ani Sugandi, yang memiliki pondok pesantren di Desa Bumiarjo Kecamatan Lempuing Kabupaten OKI, masuk tanpa biaya alias gratis sampai dengan saat ini masih mencari siswa yang tidak mampu bersekolah.

Di akhir pertemuan, Kapolda Sumsel memberikan bantuan dan bingkisan sebagai tali asih kepada eks napiter. “Apa yang dilakukan jajaran Polda Sumsel merupakan merupakan wujud kepedulian terhadap keenam orang mantan napiter,” ungkap Kapolda. 

Di wilayah hukum Polda Sumsel sejauh ini tercatat ada 16 mantan napiter dimana salah satunya masih dalam kategori merah atau radikal. Sebanyak empat orang napiter dan 24 orang simpatisan atau pendukung paham radikal.

Terpisah, sekretaris FKPT Sumsel Ahmad Romi Afriansyah, mengapresiasi apa yang dilakukan Polda Sumsel. “Kalau bisa jangan putus sampai di sini saja,” harap Ahmad Romi.

Hadir dalam pertemuan tersebut pejabat utama Polda Sumsel di antaranya, Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Ratno Kuncoro, Dir Reskrimum Polda Sumsel, Kombes Hisar Siallagan. Wadir Binmas Polda Sumsel AKBP Azam, Kasubdit IV Kamneg Dit Intelkam Polda Sumsel, Kompol Ade Adriansyah.

Sedangkan enam orang napiter yang turut hadir, Abdurahman Taib, Heri Purwanto, Addin Agus Riayanto, Ani Sugandi, Ki Agus M Toni dan Ali Mashudi. (ito)