FAKTA – Hubungan baik dan kolaborasi kerjasama terus dibangun Dinas Sosial dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Selayar, Sulawesi Selatan. Harmonisasi hubungan tersebut ditandai salah satunya melalui penyelenggaraan kegiatan asesmen bersama Dinas Sosial dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam penanganan warga penyandang disabilitas dari Dusun Bahona, Desa Buki, Kecamatan Buki atas nama Rajamuddin (53).
Kepala Dinas Sosial, Hj. Satmawati, S. Sos., M. AP menguraikan, “Rajamuddin menderita cacat fisik, pasca disetrum listrik yang mengakibatkannya terjatuh dari lantai tiga bangunan rumah tempatnya bekerja di Jln. Maccini Tengah, Makassar.”
Nasib naas dialaminya, saat akan memasang mal lisplang bangunan rumah Muhammad Nurung, warga asal Dusun Pa’batteang, Desa Lalan⁰g Bata, Kecamatan Buki yang saat ini, tinggal berdomisili di Makassar.
Dikatakannya, kejadian tragis yang menimpa Rajamuddin, terjadi, pada hari Kamis (2/12/2004) silam menjadi penyebab Rajamuddin yang kala itu masih berusia dua puluh dua tahun, harus dilarikan ke ruang instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar, sebelum akhirnya dia dirujuk dan menjalani perawatan intensif di ruang perawatan L-2B/Orthopedi, Rumah Sakit Umum Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, selama hampir kurang lebih tiga puluh sembilan hari, terhitung sedari Kamis (2/12/2004) sampai Rabu (9/3/2005).
Bahkan, pasca kecelakaan tersebut, kaki beserta lengan bagian kanan Rajamuddin, terpaksa harus diamputasi. Satmawati menjelaskan, pria kelahiran 2-4-1971 yang sebelumnya sempat tinggal berdomisili di Jln. Kelapa III Makassar tersebut, baru memutuskan untuk kembali ke Selayar, seusai mengalami cidera dalam insident kecelakaan kerja di Selayar, Rajamuddin sempat tinggal selama kurang lebih sepuluh tahun di Labuang Marege, Desa Ma’minasa, Kecamatan Pasimasunggu Timur.
Dari Labuang Marege, Rajamuddin kemudian pindah ke daratan Selayar dan tinggal berdomisili selama sembilan tahun di Dusun Bahona, Desa Buki, Kecamatan Buki.

Kendati begitu, Rajamuddin tak lagi berdaya untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya sebagai seorang kepala rumah tangga dengan mengingat kondisi kaki dan lengan tangan kanannya yang mengalami cedera.
Untuk berjalan, Rajamuddin bahkan terpaksa harus beraktivitas dengan menggunakan bantuan kaki palsu rusak yang didapatkannya di pinggir laut. Lebih parahnya lagi kata dia, karena Rajamuddin tak punya pilihan lain, terkecuali harus berusaha memperbaiki kaki palsu rusak yang dipungutnya dari balik tumpukan sampah terdampar di pinggir pantai.
Sungguhpun, kaki palsu tersebut diakui Rajamuddin, tidaklah begitu memadai untuk bisa digunakan melangkah lebih jauh meninggalkan rumah.
“Berbekal informasi kondisi fisik yang dialami Rajamuddin, Dinas sosial bersama lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) mencoba melakukan penelusuran lapangan dan asesmen sebagai dasar pengajuan permohonan bantuan kaki palsu dari dinas sosial ke Sentra Wirajaya, Makassar selaku UPT. Kementerian Sosial untuk selanjutnya disalurkan bersama sama dengan bantuan pemberdayaan modal usaha untuk menunjang usaha kantin istrinya di salah satu lokasi sekolah di wilayah Kecamatan Buki yang rencananya akan difasilitasi melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Selayar,” ungkap Satma dengan nada prihatin.
Ditemui terpisah oleh wartawan di rumah kediaman pribadinya di Dusun Bahona, Rajamuddin menitipkan harapannya agar dalam agenda kunjungannya ke Kabupaten Selayar, Menteri Sosial Tri Rismaharini, berkenan untuk memberikan bantuan atensi berupa kendaraan viart yang diharapkan bisa digunakannya beraktivitas mencari nafkah. (Fadly Syarif)






