FAKTA – Pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Mardika telah pindah haluan. Tadinya telah diperintahkan dan mempenjualbelikan blok di dalam Lasar Mardika Ambon berlantai lima dan fasilitasi dengan tangga lift tapi PKL lebih memilih berjualan di depan Pasar Mardika yang megah itu daripada di dalam blok yang pemerintah telah siapkan untuk para pedagang kaki lima.
Pedagang kaki lima sangat kecewa oleh pengawas pasar dan pihak deperindak Maluku di Ambon karena blok yang telah disiapkan berukuran 1,5 dibagi dua penjual kali lima dan dibebani masing masing Rp1.200/petak dan pembeli juga kurang ramai dan kerugian pemerintah di Pasar Mardika tidak mencukupi target. Dan alasan dari masyarakat pedagang kaki lima, “Lebih baik kita berjualan di luar pasar daripada di dalam dan kalau tidak laku jualan sayur mayur banyak yang tidak laku jadi kita mau bayar blok per petak dgn harga Rp1.200/bulan anak istri mau makan apa biaya sekolah per hari jadi kita cari buat makan,” katanya ke wartawan Majalah Fakta tadi siang di lokasi Pasar Mardika di Ambon Maluku.
Saat menelusuri petak blok tadi memang sangat memperihatinkan ke masyarakat penjual kaki lima sangat sunyi dan kurang sama sekali pembeli. “Di bagian dalam maka di Pasar Mardika sekalipun di bangun dengan lantai berapapun itu yang kaya adalah pemerintah setempat yang kaya kita masyarakat pedagang kali lima yang jadi sarang semut,” tuturnya.
Di dalam Pasar Mardika di Ambon Maluku di blok-blok sangatlah jorok,” tuturnya. (F 808)






