Dua hari dalam perawatan di ruang isolasi, belum juga ada tanda membaik. Bahkan gejalanya semakin berat, meskipun telah diberikan alat bantu oksigen tekanan tinggi. Tim dokter kemudian memutuskan merujuk mendiang ke luar Wondama. Apalagi kondisi mendiang tengah hamil besar, sementara di RSUD Teluk Wondama sedang tidak ada dokter kandungan.
“Kehamilan itulah membuat kami merujuk mendiang. Dia tenaga kesehatan, sedang hamil dan terpapar Covid-19 berat. Karena waktu itu, dengan oksigen dosis tinggi pun masih belum cukup,” cerita dr Yoce.
Baca Juga : Layanan Oksigen Gratis 24 Jam Diluncurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah
Sempat kesulitan mendapatkan RS di Manokwari dan Jayapura, karena sudah penuh. Akhirnya mendiang mendapatkan perawatan di sebuah Rumah Sakit di Biak, Provinsi Papua. Dua hari setelah masuk RS tersebut, tim dokter setempat memutuskan melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan bayinya.
Operasi berjalan lancar. bayi laki-laki dengan berat 1,3 kg lahir selamat. Namun sang bayi harus menjalani perawatan di inkubator karena lahir prematur. “Sekarang sang bayi diawasi ketat tim medis, “ jelas Yoce.
Kelahiran sang buah hati sempat membuat kondisi Nydia membaik. Sehari pasca operasi caesar, anak pertama dari pasangan Darmono Kis dan Betsiana Ayomi menunjukkan tanda-tanda pemulihan.






