Semua  

Sekda Badung Tinjau Innovation Festival (Inofest) Badan Penelitian Dan Pengembangan Kabupaten Badung 2017

Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama Kepala Balitbang Badung, I Wayan Suambara, saat pelaksanaan Innovation Festival di ruang pertemuan Balitbang dan Bappeda Kabupaten Badung, Rabu (8/11).
Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama Kepala Balitbang Badung, I Wayan Suambara, saat pelaksanaan Innovation Festival di ruang pertemuan Balitbang dan Bappeda Kabupaten Badung, Rabu (8/11).
Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama Kepala Balitbang Badung, I Wayan Suambara, saat pelaksanaan Innovation Festival di ruang pertemuan Balitbang dan Bappeda Kabupaten Badung, Rabu (8/11).
Sekda Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama Kepala Balitbang Badung, I Wayan Suambara, saat pelaksanaan Innovation Festival di ruang pertemuan Balitbang dan Bappeda Kabupaten Badung, Rabu (8/11).

SEKDA Badung, I Wayan Adi Arnawa SH, mengapresiasi pelaksanaan Innovation Festival yang diprakarsai oleh Balitbang Kabupaten Badung. Dikatakannya, iptek memiliki nilai-nilai strategis dan urgensi dalam membangun peradaban dan kesejahteraan bangsa. Pengalaman dari bangsa-bangsa lain menunjukan bahwa iptek dapat menjadi tulang punggung dalam membangun peradaban. Oleh karena itu kita sebagai bangsa Indonesia harus menunjukkan kemampuan dalam bidang iptek. Rangkaian kegiatan Innovation Festival (Inofest) ini diharapkan mampu memberikan inspirasi dan rasa bangga atas karya inovasi kreatif di bidang iptek. Pelaksanaan Innovation Festival (Inofest) yang dilaksanakan di ruang pertemuan Balitbang dan Bappeda Kabupaten Badung ini juga dihadiri Asisten Administrasi Umum, Cokorda Raka Darmawan, dan Kepala Balitbang Badung, I Wayan Suambara, Rabu, (8/11).

Sekda Adi Arnawa juga mengatakan, tantangan lain dalam bidang penelitian dan inovasi adalah belum adanya konsep intermediasi antara peneliti dan pembuat kebijakan di bidang lain untuk menghasilkan infrastruktur iptek yang memadai bagi pengembangan inovasi teknologi. Kekurangan infrastruktur akibat lemahnya sinergi kebijakan, belum berkembangnya budaya iptek di masyarakat dan terbatasnya sumber daya iptek serta rendahnya sumbangan iptek di sektor produksi, merupakan faktor-faktor yang perlu diatasi untuk meningkatkan daya saing daerah.

Selanjutnya, Kepala Balitbang, I Wayan Suambara, mengatakan bahwa inofest merupakan prakarsa Balitbang Kabupaten Badung dan baru pertama kali dilaksanakan sejak terbentuknya Balitbang Kabupaten Badung.

Adapun jumlah peserta yang mendaftar sejumlah 40 kelompok, terdiri dari tingkat SMP 7 kelompok, tingkat SMA 14 kelompok dan tingkat perguruan tinggi 19 kelompok. Namun yang lolos seleksi berdasarkan hasil penilaian oleh tim juri dari Dinas Pendidikan Kabupaten Badung, Dinas Pendidikan Provinsi Bali serta Universitas Udayana ke tahap presentasi sejumlah 23 kelompok, terdiri dari tingkat SMP 3 kelompok, tingkat SMA 10 kelompok dan tingkat perguruan tinggi 10 kelompok yang nantinya akan menghasilkan 3 peringkat di masing-masing kategori. (Rilis)