Tadinya, ia hendak menjahit kain itu menjadi baju bagi anak pertamanya. Namun, Kota Hiroshima dan Nagasaki dibom Amerika Serikat hingga menyebabkan Jepang menyerah dan membuat Indonesia menyatakan kemerdekaan tak lama setelahnya.
Alih-alih mengubahnya menjadi baju, Fatmawati berinisiatif untuk menjahit kain tersebut menjadi bendera pusaka. Tujuannya agar kelak bendera tersebut dapat dikibarkan pada saat proklamasi kemerdekaan.
Sempat Dipotong Jadi Dua Bagian. Kemerdekaan Indonesia memang menempuh jalan yang berliku termasuk ketika hendak mengibarkan bendera pada saat proklamasi. Kala itu, situasi sempat memanas sehingga para pahlawan kemerdekaan terancam tak dapat mengibarkan merah putih.
Untuk mengatasinya, bendera yang telah dipersiapkan itu dipotong menjadi dua bagian dan disimpan Husein Mutahar, ajudan Soekarno. Barulah setelah situasi dinilai aman, Sang Saka Merah Putih dijahit kembali menjadi satu.






