Sedekah Bumi dan Haul Raden Ayu Pandan Sari Diadakan Warga RW 07 Tembok Dukuh, Kota Surabaya

FAKTA – Pagi ini di Jalan Tidar, sekitaran Wilayah RW 07 Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, terlihat ramai dengan masyarakat sekitar, untuk menyaksikan berbagai pagelaran  budaya yang diadakan oleh warga setempat.(4/6/2023).

Atraksi Reog Mengawali arak arakan, kemudian spanduk bertuliskan “Pelestarian budaya Sedekah Bumi Pesarean RA. Pandan Sari” diikuti oleh arak arakan tumpeng dengan warga yang berpakaian adat dari beberapa daerah, ada juga yang berpakaian aneh dan lucu, seperti Pocong, seorang laki laki brewok namun berdandan layaknya perempuan, ada yang berdandan seperti dukun dan lain sebagainya.

Jenis tumpeng yang di arak adalah, Nasi Tumpeng dari setiap RT, tumpeng Buah dan tumpeng kuwe (dalam bahasa Jawa jajan) dan diarak melewati jalan Tidar, jalan kalibutuh, jalan tembok sayuran kemudian berahir di jalan Tidar.

Sesampainya ditempat awal perjalanan di jalan Tidar, Tumpeng buah dan Tumpeng Kuwe (tumpeng jajan) akan diperebutkan oleh semua penonton yang ada.

Pesertanya dari semua warga RT 01 sampai dengan RT 10, dari RW 07.

“Pagelaran Budaya dengan berbagai kesenian daerah, seperti Reog, Remo dan Campur Sari, merupakan sumbangan dari Dinas Pariwisata Kota Surabaya” Ungkap Samad yang adalah ketua RW setempat.

“Pagelaran ini sempat Vakum selama 3 tahun karena Pandemi Covid 19, dan baru sekarang diadakan lagi” Ujar Zuhri mantan ketua RW, yang juga Tokoh Masyarakat setempat.

Ditengah berjubelnya masyarakat yang turut menyaksikan Berbagai kesenian tersebut, Samad berkata “acara ini diawali dengan hataman Al-Qur’an pada hari sabtu tanggal 3 juni 2023 kemarin, dan puncak acaranya adalah malam ini akan diadakan pengajian akbar, yang penceramahnya adalah KH. Marzuki Mustamar, beliau adalah ketua PWNU Jatim”

“Acara ini dibiayai oleh swadaya masyarakat dan beberapa donatur,  tujuannya adalah untuk memohon kepada Allah yang Maha Kuasa, agar warga RW 07 secara keseluruhan mendapat perlindungan, kesehatan, keberkahan dan Rizki yang barokah” Pungkas Zuhri. (can)