FAKTA – Musibah kebakaran Bangsalsari. Sebuah rumah milik seorang lansia bernama Buhsia (67), warga Dusun Sumberkelopo, RT 01 RW 033, Desa Curahkalong, hangus dilalap si jago merah pada Jumat sore sekitar pukul 17.34 WIB.
Buhsia, diketahui merupakan seorang janda lansia dengan status cerai mati yang tinggal seorang diri di rumah yang sebelumnya juga tergolong Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Saat kejadian berlangsung, korban sedang tidak berada di rumah karena tengah mengunjungi anaknya yang berjarak kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian.
Kepala Dusun Sumberkelopo, Suparmanto, mengatakan sumber api diduga berasal dari korsleting kabel listrik. Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh tetangga terdekat korban bernama Buser alias Pak Tosan. Ia awalnya menyadari listrik di rumahnya tiba-tiba padam. Saat keluar rumah untuk memeriksa kondisi, ia justru melihat kobaran api sudah membesar dan melalap rumah Buhsia.
“Saat itu listrik tiba-tiba padam, kemudian saya keluar rumah dan melihat api sudah besar. Saya langsung berteriak meminta tolong warga sekitar,” ujar Suparmanto menirukan keterangan Buser.
Mendengar teriakan tersebut, warga sekitar segera berdatangan untuk memberikan bantuan dan berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, karena kobaran api dengan cepat membesar dan kondisi bangunan yang sebagian besar berbahan mudah terbakar, api tidak dapat dikendalikan.
Dalam waktu singkat, rumah beserta seluruh isinya habis dilalap api hingga rata dengan tanah.
Rumah yang terbakar diketahui menyatu dengan dapur serta kandang sapi, sehingga mempercepat penyebaran api ke seluruh bagian bangunan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Adapun barang-barang yang ikut terbakar di antaranya satu set kursi tamu, tiga dipan, tiga kasur, lemari kayu, dua lemari plastik, serta seluruh perabotan dapur. Seluruh harta benda milik korban tidak dapat diselamatkan.
Salah satu perangkat Desa Curahkalong, Novian Semi Pambudi, saat dikonfirmasi mengatakan telah menyampaikan bahwa pihak desa telah melaporkan insiden ini kepada pihak kecamatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
“Ya, sudah dilaporkan ke Pak Camat, saya sendiri tadi yang menyampaikan ke Pak Camat, Pemilik rumah adalah seorang janda lansia sebatang kara,” ujar Novian.
Mengingat kondisi rumah korban yang sebelumnya sudah tidak layak huni. Novian berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk membantu meringankan beban korban, baik dalam bentuk bantuan darurat maupun pembangunan kembali tempat tinggal yang lebih layak.
“Saya berharap segera ada tindak lanjut, karena pemilik rumah memang warga yang layak mendapatkan bantuan,” imbuhnya
Ia juga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali, serta mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik, khususnya pada instalasi rumah yang sudah tua atau tidak memenuhi standar keamanan.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa faktor keselamatan instalasi listrik sangat penting, apalagi kondisi bangunan yang berbahan anyaman bambu yang rentan terhadap kebakaran. (Idham)






