FAKTA – Pemerintah Provinsi Sumatera barat memiliki sejumlah proyek besar yang pengerjaanya harus dihentikan di tengah perjalanan di Kabupaten Padang Pariaman, dengan anggaran yang cukup besar.
Pentingnya infrastruktur fasilitas sarana dan prasarana untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan sosial.
Namun, membangun infrastruktur di berbagai daerah tidaklah mudah. Pemerintah harus kerja keras dan tekad yang bulat guna mewujudkan berbagai macam pembangunan infrastruktur bagi rakyatnya.
Misalnya di Kabupaten Padang Pariaman, dua proyek berskala besar yakni, pembangunan Stadion Utama Sumbar dan Pembangunan Asrama haji. Dengan keterbatasan anggaran, kedua proyek tersebut mangkrak pada tahun 2019 lalu. Ibarat pribahasa, ‘Jangan Sampai Arang Habis Besi Binasa’

Diketahui, proyek Stadion Utama Sumbar ini memiliki luas mencapai 65.000 m2 dan berada di Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman.
Rencana pembangunan stadion termegah ini dapat menampung sebanyak 40.000 orang dan berstandar FIFA yang telah dimulai sejak tahun 2018 lalu mengunakan anggaran daerah atau APBD secara bertahap.
Namun kondisi pandemi Covid-19 lalu, pembangunan terhenti sejenak, akibat anggaran banyak digunakan untuk penanganan Covid-19.

Ternyata semenjak itu dan hingga sekarang, tidak ada lagi aktivitas pengerjaan pembangunan kelanjutan, karena belum adanya anggaran yang tersedia. Hingga kini masih dihentikan pembangunannya untuk sementara.
Progres pembangunan Stadion Utama itu diperkirakan baru berjalan sekitar 35% yakni untuk tribun dan lapangan. Sementara sisanya belum ada perkembangan karena tidak ada anggaran.Hingga progres 35% itu anggaran yang telah digunakan lebih kurang Rp 460 miliar.
Pemprov Sumbar berencana untuk melanjutkan kembali proyek pembangunan stadion tersebut di tahun 2024. Namun, pihak legislatif belum dapat menyetujui dilanjutkannya pembangunan stadion tersebut.
Padahal, untuk menuntaskan pengerjaan stadion tersebut sekitar Rp600 miliar hingga Rp700 miliar lagi. Manfaatnya tidak hanya soal keberlangsungan tentang olahraga saja, tapi keberadaan stadion tersebut akan memberikan dampak ekonomi masyarakat.
Diketahui, Stadion Utama Sumbar ini dirancang memiliki kapasitas tempat duduk sebesar 40.000 kursi dengan luas bangunan 48.454 m2.
Stadion tersebut juga dirancang tidak hanya sebagai arena pertandingan sepak bola, tetapi juga dilengkapi fasilitas olahraga lainya, seperti lintasan, dan stadion itu memiliki 10 pintu masuk yang ada tiap sisi stadion.
Kemudian untuk stadion dimaksud dirancang sedemikian rupa dengan memperhatikan berbagai aspek, termasuk aspek keselamatan pengunjung dengan memiliki jalur evakuasi jika terjadi kebakaran atau gempa bumi. Dimana setiap sisi stadion memiliki tangga darurat yang sesuai dengan regulasi yang berlaku di Indonesia.
Lalu untuk struktur bawah stadion dirancang dengan pondasi pile cap yang tahan terhadap ancaman gempa, mengingat daerah Sumatra merupakan daerah dengan resiko gempa yang tinggi di Indonesia.
Kemudian untuk struktur atap, stadion ini menggunakan konstruksi rangka baja, dan konsep struktur bangunan dapat memberikan ekspresi arsitektural pada façade bangunan.
Tak hanya itu, proyek besar Sumbar lainya yang berada di Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman yakni, pembangunan Asrama Haji yang berdiri di atas lahan seluas 10 hektar yang telah dibaliknamakan menjadi milik Kementerian Agama RI sudah dimulai sejak tahun 2015 lalu.
Asrama Haji ini nantinya akan dilengkapi dengan Masjid, Rumah Sakit, gedung Pertemuan, Hotel Restoran, Pusat Olahraga. Tujuanya agar asrama tersebut bisa digunakan sepanjang tahun oleh masyarakat. Namun, perjalanan proyek itu tidak berjalan mulus dan banyak menemui tantangan.
Pada tahun 2024 ini, pembangunan gedung yang kelima dimulai Februari dalam waktu 160 hari kerja dengan progres 80 persen menelan anggaran senilai Rp 53,6 miliar.
Meskipun pemerintah dan pihak terkait berupaya untuk melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan proyek – proyek tersebut, salah satu tantangan yang dihadapi adalah pembiayaan menjadi hal yang krusial.
Adapun total pembiayaan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh proyek Asrama Haji di Padang Pariaman itu diperkirakan mencapai Rp 800 miliar.
Pembangunan Asrama Haji adalah marwah daerah Sumbar karena Asrama Haji yang berada di Tabing Padang tidak mampu lagi menampung ribuan jemaah haji setiap tahunnya.
Rencana Asrama Haji ini melayani sekitar 6000 jemaah haji yang terdiri dari tiga provinsi yakni, Provinsi Sumbar, Prov. Jambi dan Bengkulu. Saat ini, dalam pendataan jumlah jemaah haji dari Sumbar mencapai 4.500 jemaah, Jambi 1.200 jemaah, dan Bengku sekitar 600 jemaah yang melalui Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman.(ss)






