FAKTA — Isu sosial terkait ketahanan keluarga, termasuk yang berkaitan dengan LGBT, mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman ST Deddy Firmansyah, yang digelar di PSAABR Lubuk Alung, Minggu (1/2/2026). Diskusi berlangsung dalam suasana dialog terbuka dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, Deddy Firmansyah menyampaikan sejumlah keresahan yang berkembang di tengah masyarakat, terutama dari kalangan orang tua yang memiliki anak usia dini dan remaja. Ia menilai, perubahan sosial yang cepat serta perkembangan teknologi digital menjadi tantangan tersendiri bagi keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Deddy menyoroti penggunaan gawai dan akses terhadap konten digital yang dinilai perlu mendapat pengawasan lebih serius. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan perhatian bersama agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi generasi muda.
Dalam forum itu, Deddy juga menjelaskan secara umum pengertian LGBT sebagai singkatan dari Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender, yang merujuk pada orientasi seksual dan identitas gender tertentu. Penjelasan tersebut disampaikan dalam konteks edukasi istilah yang kerap menjadi perbincangan publik.
Ia menegaskan bahwa diskusi yang digelar bukan untuk menghakimi individu atau kelompok tertentu, melainkan sebagai upaya merespons kegelisahan sosial yang dirasakan sebagian masyarakat. Menurutnya, ruang dialog diperlukan agar isu-isu sensitif dapat dibahas secara terbuka dan bertanggung jawab.
Dalam diskusi, juga disampaikan pandangan mengenai sejumlah faktor yang dinilai memengaruhi perilaku sosial anak dan remaja, antara lain pola asuh keluarga, lingkungan pergaulan, serta paparan media digital. Faktor-faktor tersebut disebut perlu menjadi perhatian bersama para orang tua dan pemangku kepentingan.
Selain itu, muncul pula kekhawatiran masyarakat terkait isu kesehatan. Pandangan tersebut disampaikan sebagai aspirasi dan persepsi sosial yang berkembang di masyarakat, tanpa disimpulkan sebagai kajian medis dalam forum reses tersebut.
Deddy menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama dalam pembentukan karakter anak. Ia mengimbau agar orang tua lebih aktif melakukan pengawasan, komunikasi, dan pendampingan di tengah derasnya arus informasi digital.
Kegiatan reses ini juga menghadirkan Dede, pemerhati dan penggiat isu LGBT, sebagai narasumber pendamping. Kehadirannya dimaksudkan untuk memperkaya sudut pandang serta membuka ruang dialog yang lebih luas dan seimbang.
Reses tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, antara lain tokoh masyarakat, ninik mamak, Bundo Kanduang, serta perwakilan Karang Taruna, mencerminkan besarnya perhatian publik terhadap isu-isu sosial yang menyentuh kehidupan keluarga.
Selain dialog, pada hari yang sama juga dilaksanakan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat oleh tim Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) dari IFG Tim, sebagai bagian dari kegiatan sosial yang menyertai reses.
Melalui kegiatan tersebut, ST Deddy Firmansyah berharap aspirasi masyarakat dapat terserap secara utuh dan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan anak dan penguatan ketahanan keluarga. (SS)






