FAKTA – Seka Taruna (ST) Yowana Pratyaksa Banjar Bualu, Kuta Selatan, sukses mengukuhkan dominasinya dalam Festival Ogoh-Ogoh GWK 2026. Membawa mahakarya bertajuk “Roga Sanghara Bhumi”, kelompok pemuda ini berhasil menyapu bersih gelar Juara 1 sekaligus Juara Favorit pada malam penganugerahan yang berlangsung Sabtu (21/3/2026) malam.
Karya ST Yowana Pratyaksa menarik perhatian juri melalui konsep Pragola Mayuda Pralaya. Secara filosofis, Roga bermakna penyakit, Sanghara berarti melebur, dan Bhumi adalah jagat raya, yang secara utuh bermakna upaya menetralisir atau melebur penyakit dari muka bumi. Visualisasi ini menggambarkan Sang Hyang Kala Murtining Jagat dengan sembilan senjata Dewa Nawa Sanga sebagai simbol pemurnian alam semesta.
Penata gerak dan tari, Ida Bagus Eka Haristha, menekankan pentingnya eksekusi yang presisi di atas panggung. Ia mengarahkan alur teknis penari yang masuk secara bertahap untuk menciptakan kesan dramatis dan rapi.
“Briefing penampilan kali ini harus tampil bersih dan rapi. Penari masuk pertama sambil menarik kain, kemudian diikuti oleh para pemudi secara bertahap,” jelas Ida Bagus Eka Haristha.
Sebagai founder Manca Academy, ia juga menyoroti pentingnya peran keluarga dalam pelestarian budaya sejak dini. “Tetapi di rumah itu perlu juga, kami sering sharing kepada orang tua anak-anak agar nanti bisa tumbuh dan mendapatkan hasil yang luar biasa,” ungkapnya.
Operation Director GWK, Ch. Rossie Andriani, menyatakan bahwa festival tahun ini mengalami peningkatan drastis, dari 13 peserta di tahun lalu menjadi 33 pendaftar, hingga terpilih 15 finalis melalui proses kurasi ketat.
”Konsep Festival Ogoh-ogoh GWK tahun ini sebagai ruang apresiasi, bukan sekadar pertunjukkan seni tapi kami memberikan kepada para sekaa teruna Kuta Selatan yang telah membuat karya ogoh-ogoh terbaiknya,” jelas Ch. Rossie Andriani didampingi GM Marketing Communication & Event, Andre Prawiradisastra.
Ia pun menaruh harapan besar untuk masa depan ajang ini. “Tahun ini, pesertanya masih fokus di wilayah Kuta Selatan saja, semoga tahun depan bisa memperluas jangkauan hingga se-Bali,” harapnya.
Dewan juri festival, Anak Agung Gede Agung Rahma Putra, mengakui perkembangan pesat kreativitas peserta tahun ini, terutama dalam memadukan unsur tradisi dan teknik modern.
”Kriteria penilaian dewan juri adalah ide dan konsep, teknik pengerjaannya sesuai tema dan ramah lingkungan, serta unik dan baru yang mengutamakan originalitas tanpa meniru dari yang sudah ada. Termasuk kreativitas dan keutuhan penampilan juga menjadi perhatian juri,” tegasnya.
Daftar Pemenang Festival 2026
Berdasarkan keputusan dewan juri, berikut adalah para pemenang yang berhak atas hadiah pembinaan:
Juara I dan Favorit: ST Yowana Pratyaksa (Banjar Bualu) – Total Hadiah Rp34 Juta.
Juara II: ST Setya Budhi (Banjar Ubung, Jimbaran) dengan tema “Pragola Mayuda Pralaya” – Rp15 Juta.
Juara III: ST Widya Dharma (Banjar Tengah, Pecatu) dengan tema ”Asuri Bhava” – Rp8 Juta. (fa)






