Daerah  

Ratusan Seniman Ikuti Festival Mural Tembok Bong Cina, Jatisawit, Brebes

Even ini untuk bersama-sama memberikan warna Desa Jatisawit dalam memberi kesempatan bagi para seniman mural khususnya pemuda dan seniman untuk berkarya kreatif.

Majalahfakta.id – Pemerintah Desa Jatisawit, Kecamatan Bumiayu, Brebes gelar lomba mural festival Jateng.

Lomba tersebut dilaksanakan pada 25-26 Juni 2022 dengan menggunakan media tembok pembatas antara Bong China dengan jalan raya menuju Pasar Wage Bumiayu, Brebes.

Acara bertema Jatisawit untuk Indonesia ini diikuti 45 kelompok. Per kelompok beranggotakan tiga orang dengan jumlah total 135 orang. Per kelompok mendapatkan media tembok berukuran 180 cm x 3 m

Tim peserta berasal dari Bumiayu, Brebes, Tegal sekitarnya ada satu peserta dari Batu Malang, Jawa Timur

Even Mural Festival 2022 dengan tema semangat bersama-sama memaknai Desa Jatisawit untuk Indonesia sebagai dasar kehidupan rukun damai dalam berbangsa dan bernegara.

Kepala Desa Jatisawit Dedi Susilo Wibowo SPd mengatakan,
Lomba lukis dinding sebagian besar dengan latar belakang burung garuda.

Maknanya adalah Desa jatisawit memberikan warna untuk indonesia
Melalui lomba mural ini juga merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan pencanangan Kampung Pancasila di Desa Jatisawit Bumiayu, Brebes, Jateng.

“Even ini untuk bersama-sama memberikan warna Desa Jatisawit dalam memberi kesempatan bagi para seniman mural khususnya pemuda dan seniman untuk berkarya kreatif”.

Ditambahkan bahwa untuk acara lainnya secara bersamaan akan di laksanakan hari kedua, senam sehat, vaksinasi semua dosis dan jenis serta umur, dengan jumlah kuota tidak terbatas, donor darah dan bazar UMKM akan di gelar di lapangan Tegong Jatisawit.

Sebagian besar lukisan muralisme dalam festival ini menandakan Desa Jatisawit memberikan corak warna kematangan untuk menamankan nilai-nilai Pancasila kepada generasi sekarang perlu menggunakan metode sarana pradarans yang kreatif . “Dalam memaknai Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan negara, ” pungkas Dedi.

Ketua tim juri, Bang Djoni dari Jakarta, didampingi dua orang juri lainya, masing masing Alib dari Bumiayu, dan Aping dari Tonjong.

Ketiganya muralis senior berpengalaman. “Lomba ini akan ditutup Minggu ( hari ke dua), ” kata Dwi Saputro, Ketua Panitia lomba.

“Lomba seni ini tidak hanya berbicara tentang menggambar latar belakang simbol-simbol di tembok. Namun lebih bermakna aktualisasi nilai-nilai keutuhan NKRI, ” kata Dwi.

Ia mengatakan, fungsi dan tujuan mural festival untuk menggali kembali semangat hormat-menghormati keberagaman suku, agama, ras, dan bahasa, dalam bingkai persatuan dan kesatuan demi keberlangsungan kehidupan damai srjahtera ,” ungkapnya.

Pelaksanaan pemberian nilai dalam lomba mural festival ini oleh tiga juri akan dilakukan pada hari minggu sore sebelum acara di tutup.

Adapun juara pertama lomba ini akan diberi tropy dan penghargaan uang senilai Rp3.000.000 – juara satu, juara dua diberikan tropi dan uang Rp2.000.000, – juara 3, Rp1.000.000- juara 4 ,5 dan 6 masing masing akan diberi hadiah uang sebesar Rp 500.000.

Eka dan Aman pasangan suami istri , warga Pagerbarang Tegal peserta pelukis mural mengatakan bangganya kita bisa berkumpul bersilaturahmi dengan para seniman pelukis baik dari Batu Malang Jawa Timur maupun daerah lain. (dun)