FAKTA – Diduga proyek rehabilitasi sejumlah ruang kelas SMAN 3 Rejang Lebong bermasalah. Indikasinya pemasangan keramik di 11 ruangan kelas, hanya ditempel di atas keramik yang lama.
Padahal dana rehab menggunakan DAK 2022 sebesar Rp900 juta lebih dikerjakan dengan sistem swakelola alias dari pihak sekolah sendiri , tidak melalui rekanan.
Kepala SMAN 3 Rejang Lebong Rosdy, S.Pd ketika ditemui mengatakan, tidak benar hanya ditempel.
Dia mengatakan, sesuai ketentuan keramik yang lama itu hanya dipecahkan sudutnya lalu dipasang keramik baru.
” Idak la cak itu. Masa ini kan sekolah kito dewek. Masak kito nak merusaknya. Memang keramik yang lamo idak kami bongkar lagi. Tapi sudut sudutnyo dipecahkan dikasih seme tebal,” kata Rosdy.
Lanjut Rosdy, pihaknya siap dibongkar jika keramik di 11 ruangan belajar itu hanya ditempel saja.
“Siapa orang yang mengatakan itu hanya ditempel saja. Kami siap bongkar. Kalu idak terbukti pasang lagi. Nama kami harus diperbaiki jugo,” tantang Rosdy.
Sementara berdasarkan sumber media ini, pemasangan keramik di 11 ruangan belajar ini terindikasi dugaan korupsi Soalnya dengan tidak dibongkar keramik lama kemana biaya pembongkaran keramik lama tersebut.
“Saya siap jadi saksi jika itu diproses hukum. Bongkar kalau tidak terbukti itu hanya sekadar ditempel saya siap. La kemano dana untuk bongkar keramik lamo itu Kalu nak main itu yang rapi dikit la,” ujar sumber yang mengaku tahu banyak apa yang terjadi di SMAN 3 Rejang Lebong yang beralamat di Desa Taba Renah Kecamatan Curup Utara ini ,(iju)





