FAKTA – Sejumlah proyek fisik di Desa Pulo Lor Kec/Kab Jombang, Jawa Timur diduga banyak penyimpangan, yang menjadi sorotan adalah pembangunan drainase dan pembangunan Gapura, yang tak kunjung dibangun. Hal tersebut diungkapkan Ketua Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) Joko Fatah, Ia menyayangkan sikap pihak aparat penegak hukum (APH) di Jombang yang terkesan tutup mata terhadap proyek amburadul dan banyak penyimpangan.
Menanggapi tudingan yang dilayangkan FRMJ, Pj. Kepala Desa Pulo Lor Andri Herlambang, jika yang dipermasalahkan pembangunan drainase yang terletak di Gg Seruni itu kegiatan tahun 2023 di RT 05 RW 05 dianggarkan sendiri tahun 2024 itu sudah menugaskan TPK untuk memastikan dan berkoordinasi dengan RT untuk ditanyakan pekerjaannya siapa dan kapan dikerjakannya.
“Pada saat itu tidak ada jawaban dari pihak warga kalau seperti itu nanti RT dan RW akan kita panggil dan anggaran tersebut sampai saat ini masih ada dan sudah kita siapkan menurut perkiraan akan dikerjakan bulan Januari dan Februari Tahun 2025. Mengenai RAB, bukan tidak diberi saat diminta RT, tapi kita minta pekerjaan mana? Dan kita tunggu tapi tidak ada jawaban sedangkan anggaran sudah kita siapkan di tahun 2025 ini dengan jumlah Rp40 juta, jadi tidak benar kalau dikatakan bangunan fiktif, sedangkan untuk masalah gapura itu anggaran sudah dicairkan sejak tahun 2023, dan itu sudah terjadi masalah sejak saya belum menjabat PJ. Kades Pulo Lor,” katanya.
Ketua RT 05 RW 05 Solikan menilai bahwa apa yang dikatakan Pj. Kades Pulo Lor, yang mengatakan bahwa warga RT 05 RW 05 tidak siap, itu tidak benar. Warga justru menunggu hingga tahun 2025 tidak kunjung dikerjakan. Proyek drainase, pada waktu itu katanya akan dikerjakan bulan Februari anggaran tahun 2024, waktu itu memasuki awal puasa memang warga belum siap, karena tukangnya belum ada dan warga minta dikerjakan sehabis lebaran tahun 2024.
Tetapi setelah lebaran ditunggu hingga saat ini tahun 2025, tak kunjung dikerjakan. “Jika Pak Kades mengatakan bahwa warga tidak siap, itu tidak benar justru warga mempertanyakan kenapa tidak kunjung dibangun,” tutur Solikan. (muk)






