Program Bunga Desaku di Balai Desa Mumbulsari, Jember, Berjalan Lancar Meski Hujan

Bupati Jember Gus Fawait menjelaskan bahwa honor guru ngaji pastikan akan segera cair. (foto: Idham/majalahfakta.id)

FAKTA — Di tengah lantunan selawat yang mengalun hangat, Balai Desa Mumbulsari berubah menjadi lautan kebersamaan. Ribuan guru ngaji berkumpul, bukan sekadar menghadiri acara, tetapi merayakan pengakuan atas peran mereka yang selama ini senyap namun vital.

Kegiatan yang digelar pada hari Selasa siang merupakan bagian dari rangkaian program Bunga Desaku yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Jember. Sekitar seribuan guru ngaji bersama jemaah Sholawat Kampung memadati lokasi sejak pagi hari. Kehadiran Bupati Jember, Gus Fawait, bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) semakin menambah semarak suasana.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Fawait membawa kabar yang dinanti para guru ngaji. Ia memastikan bahwa insentif atau honor telah dicairkan dan kini disalurkan dengan mekanisme yang lebih manusiawi tanpa antrean panjang seperti sebelumnya.

“Alhamdulillah, insentif guru ngaji sudah cair dan diberikan secara terhormat, tidak perlu antre lagi seperti dulu,” ujarnya.

Pernyataan tersebut diperkuat melalui dialog langsung dengan Kaur Kesra Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 terdapat sebanyak 20.007 guru ngaji yang tercatat sebagai penerima insentif. Dari jumlah tersebut, hampir seluruhnya telah menerima haknya sesuai ketentuan.

Selain insentif, Pemerintah Kabupaten Jember juga menggulirkan sejumlah program tambahan guna meningkatkan kesejahteraan para guru ngaji. Di antaranya adalah pemberian beasiswa pendidikan bagi anak-anak guru ngaji melalui jalur khusus, serta perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya ditanggung oleh pemerintah daerah.

Program ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi guru ngaji tidak hanya sebagai pengajar keagamaan, tetapi juga sebagai bagian penting dalam pembangunan sosial masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan motivasi serta keberlanjutan peran mereka di tengah tantangan zaman.

Suasana acara semakin hidup saat sesi dialog dibuka. Para peserta memanfaatkan momen tersebut untuk menyampaikan aspirasi, mulai dari kebutuhan fasilitas hingga harapan peningkatan kesejahteraan di masa mendatang. Interaksi langsung ini mencerminkan upaya pemerintah dalam membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.

Menjelang akhir kegiatan, suasana kembali menghangat dengan kejutan dari Bupati. Ia memastikan seluruh peserta mendapatkan bingkisan sembako sebagai bentuk perhatian dan apresiasi.

“Nanti pulangnya tidak kosong, ada oleh-oleh sembako,” pungkasnya disambut tepuk tangan meriah.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga simbol komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian nyata kepada guru ngaji. Di balik kesederhanaan peran mereka, tersimpan kontribusi besar dalam membangun karakter dan nilai-nilai moral masyarakat Jember. (Idham)