FAKTA — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mulai memanaskan mesin demokrasi nagari. Melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), pemkab menggelar sosialisasi tahapan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Serentak 2026 yang akan dilaksanakan di 74 nagari pada 27 Juni 2026.
Sosialisasi digelar Kamis, 22 Januari 2026, di Hall Kompleks Ibu Kota Kabupaten (IKK) Padang Pariaman. Kegiatan ini diikuti Ketua Badan Musyawarah (Bamus) dari 74 nagari serta 16 camat se-Kabupaten Padang Pariaman.
Pilwana Serentak 2026 akan berlangsung di 16 kecamatan, menyusul berakhirnya masa jabatan wali nagari di seluruh nagari tersebut. Pemerintah daerah menyiapkan 593 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di seluruh wilayah nagari untuk melayani pemilih.
Kepala DPMD Padang Pariaman Nurhayati mengatakan, sosialisasi bertujuan menyamakan pemahaman seluruh pemangku kepentingan terkait regulasi, jadwal, dan tahapan Pilwana.
“Kegiatan ini untuk memastikan seluruh pihak memahami aturan, jadwal, dan tahapan Pilwana Serentak 2026 agar pelaksanaannya berjalan sesuai ketentuan,” kata Nurhayati.
Bupati Padang Pariaman yang diwakili Sekretaris Daerah Rudy Repenaldi Rilis menegaskan, sosialisasi merupakan bagian penting dari tahapan awal Pilwana Serentak. Menurut dia, tahapan berikutnya akan menyasar wali nagari dan unsur masyarakat lainnya.
“Hari ini kita mulai dengan Bamus dan camat. Selanjutnya sosialisasi akan dilakukan di tingkat wali nagari dan dilanjutkan dengan tahapan-tahapan Pilwana lainnya,” ujar Rudy.
Ia mengungkapkan, jumlah daftar pemilih pada Pilwana Serentak 2026 diperkirakan mencapai 210.142 orang. Rudy menekankan bahwa pembentukan panitia Pilwana menjadi tanggung jawab Bamus di masing-masing nagari.
“Mulai besok, Bamus diharapkan segera bekerja membentuk panitia yang kredibel dan profesional demi kelancaran Pilwana Serentak 2026,” katanya.
Rudy juga mengingatkan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga suasana kondusif selama tahapan pemilihan berlangsung. Menurut dia, partisipasi masyarakat menjadi kunci agar Pilwana berjalan aman dan demokratis.
“Kita membutuhkan keterlibatan semua elemen agar tidak terjadi konflik dan lahir wali nagari yang mampu mengemban amanah serta berkontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan teknis tahapan Pilwana Serentak 2026 oleh Deded Permana dari DPMD Padang Pariaman. Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan Pilwana berjalan tertib, demokratis, dan menghasilkan pemimpin nagari yang berintegritas. (ss)






