PERLU ADA TRANSPORTASI UDARA DI KABUPATEN DAN KECAMATAN PULAU-PULAU TERLUAR MALUKU BARAT DAYA

Desianus Orno SSos MSi.
Desianus Orno SSos MSi.
Desianus Orno SSos MSi.
Desianus Orno SSos MSi.

MISI Pemda Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) yaitu mewujudkan masyarakat yang cerdas berbudaya Kalwedo. Cerdas bukan dari pendidikan saja tetapi juga dari semua sektor dengan skala prioritas, misalnya budaya dan tata krama sudah harus diajarkan di sekolah maupun dalam lingkungan keluarga. Semua ini harus ditunjang juga dengan infrastruktur telekomunikasi informasi (TI), jalan raya,  dermaga kapal laut dan bandar udara. Untuk telekomunikasi informasi sudah dimulai di tahun 2014, sedangkan jalan raya dan dermaga kini sedang dibangun. Begitupun bandar udara. Demikian ungkap Desianus Orno SSos MSi di ruang kerjanya hari Senin, 12 Februari 2018, kepada FAKTA.

‘’Kami berharap pemerintah pusat membantu kami untuk bangun dermaga baru termasuk perbaikan dermaga lama yang ada, seperti Ustutun Pulau Wetar dan Dermaga Mahaleta di Sermatang. Sedangkan bandar udara baru beroperasi  di ibu kota Kabupaten Tiakur dengan menggunakan ATR 42 dan pada tahun 2018 ini dikembangkan dari 1.200 meter menjadi 1.600 meter sehingga pesawat jenis ATR 72 sudah dapat mendarat. Sebenarnya kami sudah melakukan study kelayakan untuk lokasi di Imroing Pulau Babar sambil menunggu SK dari Menteri Perhubungan. Tetapi belum dikeluarkan. Maka kami kembalikan anggarannya sebesar Rp 5 milyar,’’ ungkapnya.

Pemda Kabupaten MBD berharap pemerintah pusat memperhatikannya. ‘’Kalau pemerintah pusat keberatan soal biaya yang penting pemerintah keluarkan prinlog nanti kami yang cari investor dari luar. Termasuk impex block Masela. Karena yang nantinya lebih banyak menggunakan fasilitas tersebut.  Bandar udara selain ada di Babar juga rencananya di Pulau Wetar sudah dibuat study dengan beberapa tahapan. Tetapi masih menunggu jawaban dari pemerintah pusat,’’ tuturnya.

Desianus Orno juga meminta respon dari semua masyarakat yang ada di luar MBD untuk mendukung program Bupati Drs Barnabas Orno. Karena untuk membangun di daerah yang baru membutuhkan proses dan waktu yang panjang. ‘’Infrastruktur ini sangat memudahkan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian maupun pelayanan ASN,’’ tuturnya.  (Jhon R)