FAKTA – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, selaku Kuasa Pemilik Modal, menghadiri penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) dengan BUMD Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya. Kerja sama ini difokuskan pada penyediaan beras, pemanfaatan sarana produksi, serta pengembangan bisnis pangan di Kabupaten Badung.
Acara tersebut berlangsung di Kantor Unit Pengelolaan Pangan, Rice Milling Unit (RMU) Perumda Pasar dan Pangan MGS, Kamis (5/2/2026).
Bupati Wayan Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran direksi Perumda MGS atas langkah strategis ini. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PT Food Station Tjipinang Jaya atas kesediaannya berkolaborasi dalam memperkuat ekosistem pangan daerah. Kerjasama ini adalah langkah konkret untuk memastikan ketersediaan pangan dan stabilitas harga di Badung. Dengan dukungan teknologi dan jaringan dari Food Station Jakarta, Diharapkan RMU bisa beroperasi lebih maksimal untuk kesejahteraan petani lokal. Sinergi ini diharapkan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi mampu menciptakan efisiensi rantai pasok pangan yang berdampak langsung pada masyarakat luas.
“Saya juga berharap ke depan Direktur Utama Perumda Pasar dapat berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan untuk menyampaikan kepada para petani terkait produk-produk apa saja yang paling dibutuhkan di pasaran. Dengan begitu, di satu sisi kita dapat menjaga ketersediaan pangan dalam rangka pengendalian inflasi daerah, dan di sisi lain kita memastikan bahwa produk yang dihasilkan petani benar-benar diminati pasar. Saya tentu sebagai KPM akan memberikan dukungan penuh, terlebih dalam rangka menjaga ketersediaan pangan,” jelasnya.
Direktur Utama PT. Food Station Tjipinang Jaya, Dodot Tri Widodo, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk memperluas pasar Food Station Jakarta ke Bali, khususnya Kabupaten Badung. Menurutnya, sebagai daerah pariwisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara, Kabupaten Badung merupakan pasar yang sangat potensial.
“Itu market yang kami miliki dan ingin kami kembangkan bersama Perumda Pasar dan Pangan MGS. Kami sebagai BUMD pangan di DKJ, khususnya di bidang protein nabati, mengelola Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dengan mutasi keluar masuk beras sekitar 2.000 hingga 3.000 ton per hari. Kebutuhan berasnya sangat besar, sementara kami tidak memiliki lahan sawah yang luas, hanya sekitar 300–400 hektare. Melalui kolaborasi ini, kami ingin melebarkan suplai, termasuk untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal,” ujarnya didampingi jajaran Direksi Food Station Tjipinang Jaya.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar dan Pangan MGS, Kompiang Gede Pasek Wedha, menyampaikan bahwa penandatanganan kerjasama ini merupakan langkah awal dalam upaya menjaga ketahanan dan pemenuhan kebutuhan pangan di Provinsi Jakarta dan Kabupaten Badung.
“Kami berkolaborasi sesama BUMD, khususnya BUMD pangan, untuk membangun ketahanan pangan, tidak hanya di Bali, tetapi ke depan juga di tingkat nasional. Perumda MGS memiliki RMU, sementara Food Station Tjipinang memiliki market di Bali. Akan sangat baik jika market tersebut dapat kita kolaborasikan. Harapannya, kita bisa sama-sama berkembang dan menguasai pasar di Bali. Kerja sama ini juga diharapkan tidak terbatas pada beras saja, mengingat Food Station juga memproduksi minyak, gula, dan saat ini telah memproduksi susu,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Komisi III DPRD Badung I Made Ponda Wirawan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Badung IB Gede Arjana, para kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Direktur Umum Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung I Made Anjol Wiguna, serta jajaran Badan Pengawas dan pegawai Perumda MGS. (hms)






