FAKTA – Acara pelantikan dan pengambilan sumpah kepala Dusun Krajan desa Ketanggung kecamatan Sine kabupaten Ngawi Jawa – Timur memang sudah dilaksanakan pada Selasa (6/1/2026), namun dengan adanya kegiatan seremonial yang seharusnya menjadi ajang pertemuan tokoh masyarakat itu justru menjadi polemik perpecahan pemerintahan desa.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Suradi saat dikonfirmasi Kamis (8/1/2026) melalui nomor ponselnya, menyatakan jik BPD juga tidak diajak rembukan atau musyawarah perihal pelantikan itu. “Kita cuma diundang, ada undangan fisik, semua desa yang merencanakan, karena panitia sudah dibubarkan, kalau besaran dananya kita tidak tahu,” ujarnya.
Ada informasi dari tokoh setempat, menyampaiksn terkait biayanya dari dana APDes, hasil menjual tanah bengkok setahun dengan harga Rp25 juta. “Untuk biayanya ujian dan pelantikan, habis pelantikan diajak makan-makan, di Candi Ceto, Karanganyar, namun sebagian perangkat tidak diajak syukuran,” ujar perangkat.
Perangkat desa senior di desa tersebut berinisial HN mengaku kecewa dengan acara tersebut. “Itu, kan, juga acara pengenalan pemimpin tingkat dusun yang baru pada masyarakat dan juga pemerintah, masak undangan fisik tidak ada, juga tidak ada musyawarah, dekorasi dikerjakan oleh kades sendiri, Saya menyatakan tidak akan hadir, beberapa perades sama juga tidak datang, ” ungkap HN kesal.
Seperti berita sebelumnya, Kepala Desa Ketanggung Sri Joko mengatakan, “Kalau pembuatan dekorasi dilakukan bareng-bareng dengan dipandu kecamatan sekaligus gladi, sudah kami laksanakan, InsyaAllah kalau agak besar dan diperlukan rapat bersama diagendakan rapat. Mengingat ini dimintai bantuan seadanya ya kita bantu,” ungkap kades tanpa mau menjawab berapa biaya pelantikan tersebut.
“Dengan tidak adanya transparansi membuat polimik dimata publik dan masyarakat,” tambahnya. (Zamhari)






